Breaking News:

Dari Hobi Minum Kopi Kelola Bisnis Toph 19Th, hingga Miliki 30 Outlet

Awal mula bisnis ini dikatakan Fatimah, dibangun dengan modal nekat dan tidak ada pengalaman bisnis.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa
Fatimah saat berbincang-bincang di acara Live BBM di Facebook Tribun Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Toph 19th, satu diantara usaha gerai minuman, kini berhasil membuka 30 outlet di wilayah Sumatera Utara. Menariknya, Fatimah Desriyani, sang pemilik mengelola bisnis ini berawal dari hobinya minum kopi.

Hal itu disampaikannya dalam acara Bincang Bisnis UMKM di studio Tribun Medan, Selasa (24/5/2022).

Menurut pelaku usaha yang berasal dari Deliserdang ini, untuk bisa membuka 30 outlet ini, tidaklah mudah. "Jadi kami membangun bisnis ini pada tahun 2017 bersama teman saya bernama Putri Handayani," ucap Fatimah saat Live di Facebook Tribun Medan.

Awal mula bisnis ini dikatakan Fatimah, dibangun dengan modal nekat dan tidak ada pengalaman bisnis.

"Makanya kita buat namanya Toph sebab kami ini penyuka Anime, dan Toph ini satu karakter Anime yang mau belajar dan berusaha," ucap Fatimah yang juga menyukai film anime.

Baca juga: Bobby Nasution Komitmen Beri Perlindungan Keamanan UMKM di Kota Medan

Dengan nama tersebut, diakui Fatimah, ia bersama rekan bisnisnya tersebut bisa mengingat bahwa mereka harus terus belajar mengembangkan usahanya.

"Saya dulu bekerja di Jakarta selama 5 tahun dan memang sering membeli kopi. Sampai akhirnya karena penikmat kopi kenapa saya tidak berfikir untuk buat produk sendiri," ucapnya.

Tentu dari 2017 dikatakan Fatimah, ada banyak kendala membangun bisnis miliknya tersebut. "Pasti ada kendala, mulai dari menyatukan dua pikiran berbeda, bagaimana meletakkan harga promo mengingat minuman kita hanya di mulai dari Rp.5000 saja bahkan sempat rugi puluhan juta," ceritanya.

Namun diakui Fatimah, selama masih sama-sama memiliki visi misi yang sama untuk brand minuman Toph, maka ia bersama rekannya selalu mencari jalan tengah.

"Dulu kami masih kasih tester ke tetangga-tetangga kemudian jual per botol gitu ke rumah sakit, sekolah, akhirnya nama kami mulai dikenal dan disitu baru kami berani membuat stand yang duduk di pinggir jalan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved