Breaking News:

Tempat Wisata di Sumut

5 Rekomendasi Tempat Wisata di Sumut yang Menghadirkan Wisata Arung Jeram

Arung jeram menjadi salah satu olahraga yang menguji adrenalin namun cukup diminati.

Editor: Ayu Prasandi
HO
Wisatawan saat menjajal arung jeram Bahkuo di perbatasan Siantar dan Simalungun. 

Kita juga dapat melihat beberapa air terjun mulai dari yang besar ataupun yang kecil yang terbentang panjang sungai buaya,"ucap Khairum.

Disebut kalau arus sungai buaya di Kecamatan Bangun Purba ini dimasukkan ke dalam grade 2 & grade 3. 

Ini cocok untuk anda yang mungkin mempunyai nyali tinggi dan mencoba hal yang baru.

Baca juga: Janji Martahan, Tempat Wisata di Samosir, Terlihat Indah Saat Diabadikan dari Bukit Sibeabea

4. Arung Jeram Sungai Bingei

Ilustrasi arung jeram di Sungai Bingei
Ilustrasi arung jeram di Sungai Bingei (Int)

Sungai Sei Bingei merupakan sebuah sungai yang berada di Kabupaten Langkat.

Lokasi arung jeram ini menawarkan pesona alam sekaligus menjadi lokasi arung jeram yang menantang.

Lokasi wisata ini, menjadi satu di antara wahana bermain air di Sumatera Utara yang dapat memacu adrenalin. 

Sungai ini terletak di Desa Sei Binge, Kabupaten Langkat dan berjarak sekitar 40 km dari Kota Medan dan sekitar 20 km dari kota Binjai. 

Sungai Binge merupakan sungai yang relatif tidak besar dan memiliki bebatuan dengan air yang jernih serta jeram-jeram yang cukup banyak dan bervariasi. Airnya yang jernih membuat kamu bisa melihat hingga ke dasar sungai.

Kedalaman air dari sungai ini juga bervariasi, sehingga pada tempat-tempat tertentu rafter akan diajak untuk berenang maupun loncat dari batuan ke sungai.

Tingkat kesulitan yang dimiliki sungai ini yaitu 2-3 sehingga cukup aman untuk diikuti anak-anak umur 7 tahun ke atas maupun dewasa.

Untuk menuju lokasi Sei Binge ini terdapat beberapa dua rute yang dapat kamu tempuh.

Rute pertama yaitu dimulai dari Namo Nangka hingga bendungan Namu Sira-Sira dengan jarak yang di tempuh yaitu sekitar 7 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Sedangkan rute kedua yaitu dimulai dari Desa Lau Seridi hingga jembatan Bendungan Namu Sira-Sira dengan jarak sekitar 10 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Arung jeram di Sungai Binge sangatlah cocok untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga dan teman.

Selain arung jeram, di lokasi ini Anda dapat melihat dan menikmati pemandangan alam yang asri. Di mana, tak jarang dapat mendengar kicauan burung serta hewan lain. 

Baca juga: Beranda Kreatif Kembali Digelar, Destinasi Wisata Baru Bagi Masyarakat di Malam Minggu

5. Sungai Lae Renun Kabupaten Dairi

Nikmati Keseruan Arung Jeram di Sungai Lae Renun Kabupaten Dairi
Nikmati Keseruan Arung Jeram di Sungai Lae Renun Kabupaten Dairi (HO)

Sungai Lae Renun adalah objek wisata di Kabupaten Dairi yang cukup populer, bukan hanya di kalangan wisatawan lokal, namun banyak juga wisatawan mancanegara yang menghabiskan waktu liburan di tempat ini.

Sungai Lae Renun merupakan sebuah sungai yang berada pada ketinggian rata-rata 700 sampai dengan 1.250 Meter di atas permukaaan laut.

Sungai Lae Renun merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Dairi.

Sungai Lae Renun terbentang mulai dari Kecamatan Parbuluan hingga ke Kecamatan Tanah Pinem yang selanjutnya menuju Aceh Tenggara dengan panjang 120 Km.

Selain sungai terpanjang, Sungai Lae Renun ini memiliki debit air yang cukup besar dan deras yang disebabkan karena anak-anak sungai di Kabupaten Dairi menyatu ke Sungai Lae Renun.

Derasnya air Sungai Lae Renun, menjadikan sungai ini sebagai salah satu lokasi arung jeram yang menantang adrenalin para peminat olahraga arung jeram.

Anda bisa mengayuh perahu karet dengan melintasi jalur yang menantang sembari menikmati indahnya pemandangan alam sekitar sungai ditemani nyiur melambai-lambai di bibir sungai.

Wisata arung jeram Sungai Lae Renun ini bisa anda nikmati di Desa Mangan Moli, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Untuk menuju ke lokasi Sungai Lae Renun ini, anda bisa menempuh jarak sekitar 160 Km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dari kota Medan.

Selain potensi wisata, sungai ini juga digunakan untuk pembangkit listrik dimana aliran air Lae Renun yang menuju ke Danau Toba dimanfaatkan untuk memutar turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Renun.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved