Breaking News:

Rekonstruksi Kerangkeng Manusia

REKONSTRUKSI Kerangkeng Manusia, Begini Cara Algojo Bupati Langkat Nonaktif Siksa Tahanan

Rekontruksi kasus penyiksaan kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif mengungkap sejumlah fakta mengerikan

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ade Saputra

Rekonstruksi Kerangkeng Manusia, Begini Cara Algojo Bupati Langkat Nonaktif Siksa Tahanan

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Sejumlah fakta mengerikan terungkap dalam adegan rekontruksi kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin yang digelar di Polda Sumut.

Dalam rekontruksi itu terungkap bagaimana kekejaman dan kebengisan algojo dari Terbit Rencana Peranginangin.

Saat rekontruksi berlangsung, tersangka Terang Sembiring, anak buah Terbit Rencana Peranginangin memperagakan bagaimana dirinya menyiksa dan menganiaya tahanan. 

Saat melakukan rekonstruksi pada adegan ke 7, penyidik menyebut kalau Terang menyiksa tahanan menggunakan selang sepanjang 30 sentimeter.

Selang itu dicambuk ke punggung tahanan kurang lebih sebanyak 20 kali.

Tak cuma itu, dalam rekonstruksi Terang pun disebut menyiksa tahanan dengan cara memukul, menendang hingga menyuruh tahanan berendam di kolam ikan tepat berada di depan kerangkeng.

"Terang menganiaya salah satu tahanan dengan cara memukul menendang, mencambuk dan menyuruh tahanan berendam di kolam di depan kereng atau kerangkeng," kata Panit 1 Subdit III Dit Reskrimum Polda Sumut, Iptu Sianipar, Rabu (25/5/2022) siang.

Selanjutnya, disebut kalau tersangka Terang Sembiring menyuruh para tahanan bekerja di pabrik kelapa sawit milik Terbit.

Mereka bekerja mulai dari pukul 08:00 WIB hingga pukul 17:00 WIB.

Mereka dijemput menggunakan mobil lalu dikembalikan ke kerangkeng setelah bekerja.

Pada adegan ke 9 dua tahanan kerangkeng bernama Satria dan Ridwan dipekerjakan membangun kerangkeng baru membantu merenovasi rumah Cana.

"Keduanya disuruh membangun kereng dan membantu mengerjakan renovasi rumah terbit rencana," ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka Sangap Surbakti membantah jika kliennya disebut menyiksa tahanan.

Dia menolak jika Terang disebut mencambuk tahanan.

"Penyiksaan yang dia lakukan. Tidak pernah ada itu adegan, salah satunya yang ditolak," ucapnya.

(Cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved