Subsidi Minyak Goreng

SUBSIDI Minyak Goreng Curah Dicabut, Pengamat: Belum Tentu Harga Naik

Keputusan pemerintah mencabut subsidi minyak goreng curah mulai 31 Mei 2022 menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Tribun Jabar/Handika Rahman
Minyak Goreng 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keputusan pemerintah mencabut subsidi minyak goreng curah mulai 31 Mei 2022 menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Bahwa harga minyak goreng curah berpeluang naik harganya.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan mengatakan apabila subsidi di cabut jelas memang bisa membuat harga minyak goreng curah menjadi lebih mahal.

"Karena pada dasarnya harga keekonomian minyak goreng curah saat ini dibawah harga keekonomiannya, " ujarnya kepada Tribun Medan, Minggu (29/5/2022).

Menurutnya, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Karena disisi lain, pemerintah melalui Presiden Jokowi berjanji sebelumnya bahwa harga minyak goreng curah akan berada dikisaran angka Rp 14 ribu per kilogram dalam waktu dekat ini.

Lanjutnya, disisi lain pemerintah juga kembali memberlakukan DMO atau domestic market obligation untuk produk turunan kelapa sawit.

"Yang artinya pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di tanah air, beserta pemenuhan kebutuhan minyak goreng di tanah air. Nah memang kebijakan DMO sebelumnya tidak berhasil membuat harga minyak goreng sesuai dengan arahan pemerintah, " tuturnya.

Dikatakannya, namun untuk kali ini ia menilai bahwa pemerintah akan lebih serius dalam mengatasi harga minyak goreng curah yang sampai detik ini belum sesuai dengan target harga pemerintah.

Ia mengatakan, ini akan menjadi pertarungan besar pemerintah dalam meyakinkan masyarakat.

"Jadi jangan pesimis dengan kabar pencabutan subsidi minyak goreng tersebut. Karena belum tentu harga minyak goireng curah akan naik nantinya, " tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan menaruh harapan besar kepada pemerintah agar harga minyak goreng curah maupun minyak goreng jenis lain harganya bisa seusai dengan harapan pemerintah.

"Karena masyarakat sudah sangat berharap pemerintah bisa merealisasikan target harga yang ditetapkan sebelumnya. Setelah sekian lama berbagai upaya dilakukan untuk menstabilkan harga minyak goreng namun belum juga membuahkan hasil yang sesuai harapan, " tutupnya.

(cr9/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved