Peredaran Uang Palsu

Uang Palsu Pecahan Rp 50 Ribu dan Rp 100 Ribu Diduga Beredar di Kabupaten Simalungun

Uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu diduga beredar luas di Kabupaten Simalungun

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Polisi memeriksa dua pelaku pengedar uang palsu di Simalungun Bawah, Sabtu (28/5/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Dua orang pria tertangkap tangan edarkan uang palsu di Kabupaten Simalungun.

Ada indikasi, bahwa uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu sudah beredar di Kabupaten Simalungun.

Adapun dua tersangka yang diamankan Polres Simalungun dalam kasus uang palsu ini yakni SF (20) dan EB (20)

Menurut Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Rachmat Ariwibowo, kedua pengedar uang palsu ini ditangkap saat beraksi di Pasar Malam pada Senin (23/5/2022) kemarin. 

Baca juga: Incar Uang Kembalian Pedagang, Pasutri Ini Sudah Enam Bulan Edarkan Uang Palsu di Pasar Tradisional

Terungkapnya aksi kedua pelaku pembuat dan pengedar uang palsu ini berawal dari laporan panitia pasar malam di lapangan Rambung Merah, Senin (23/5/2022) malam.

“Bermula pada saat salah satu penjaga stan permainan ketangkasan lempar gelang merasa curiga terhadap pemberian dari kedua pelaku yang ingin bermain permainan gelang. Mereka menyerahkan yang pecahan Rp 100 ribu yang diduga palsu,” kata Rahmat, Sabtu (28/5/2022) malam.

Curiga dengan uang yang diterima, penjaga stan melapor ke panitia pasar malam dan diteruskan ke Polsek Bangun, Polres Simalungun.

Baca juga: Polres Pekalongan Bekuk Dua Pelaku dan Ungkap Pengedaran Uang Palsu (Upal) 

Berangkat dari laporan tersebut, Unit Tipidter Ekonomi Sat Reskrim Polres Simalungun langsung melakukan penyelidikan dan mengendus keberadaan kedua pelaku. Polisi kemudian menangkap kedua pria yang belum diketahui identitasnya dari sebuah indekos.

“Kedua pelaku inisial SF (20 tahun) dan EB (20) diamankan di sebuah indekos di Desa Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Dua temannya masih dicari,” katanya.

Baca juga: Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Desa Cinta Rakyat Percut Seituan, 2 Warga Jadi Korban

Dalam penggeledahan di indekos tersebut, turut diamankan 49 lembar uang palsu, beberapa di antaranya pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu dan 20 ribu.

Kemudian sebuah cartridge bermerk HP yang diduga dipakai mencetak uang palsu tersebut.

“Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 26 Jo Pasal 36 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tutup Ari.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved