Breaking News:

Penemuan Potongan Kaki Manusia

Sudah Tiga Hari, Polisi tak Menemukan Petunjuk Soal Penemuan Potongan Kaki Manusia

Polres Simalungun kesulitan menemukan petunjuk, terkait penemuan potongan kaki manusia yang ada di Sungai Bah Bolon

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Kasat Reskrim AKP Rachmat Aribowo memimpin personel dan warga mencari petunjuk temuan kaki manusia di anak sungai Bahbolon Simalungun, Senin (30/5/2022) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Sejak ditemukannya potongan kaki manusia sebelah kiri, Jumat (28/5/2022) di Sungai Bah Bolon, Kabupaten Simalungun, polisi masih mencari petunjuk maupun barang bukti lain untuk mengungkap kasus ini.

Proses pencarian masih berlangsung hingga detik ini.

Kapolsek Bangun, AKP Lambok S Gultom menyampaikan, proses pencarian masih dilakukan dengan bantuan dari warga sekitar dan satuan pemerintah daerah.

Sampai saat ini, belum ditemukan tanda-tanda apapun sejak dilaksanakan pencarian.

Baca juga: Kapolsek Bangun Resor Simalungun Evakuasi Temuan Potongan Kaki Manusia di Sungai Karang Bangun

“Sudah kami upayakan untuk mencari sisa potongan kaki manusia. Kami Polsek Bangun bersama Tim Inafis Polres sudah laksanakan olah TKP dan membawa kaki tersebut ke Labfor RS Bhayangkara Polda Sumut untuk kepentingan autopsi,” kata Lambok.

Proses pencarian hari sebelumnya, Sabtu (28/5/2022), petugas dan warga telah menyusuri aliran sungai Bah Bolon dari Nagori Pematang Simalungun sampai ke Nagori Karang Bangun, Kecamaran Siantar, Kabupaten Simalungun

Proses pencarian dibantu dengan BPBD Simalungun dan kepala dusun dan gamot sepanjang aliran sungai. 

Bermacam cara dilakukan petugas kepolisian dan unsur terkait.

Khusus hari ini, Senin (30/5/2022), pencarian dibantu dengan Dinas Pengairan untuk mengeringkan air aliran sungai Bahbolon yang berada di sekitar TKP Huta I, Nagori Karang Bangun.

Baca juga: Cerita Potongan Kaki Anak Raja Minyak Amerika Ketika Misi Kopassus Berjumpa Suku Kanibal di Papua

Polisi mengkaji kemungkinan adanya petunjuk di saluran-saluran irigasi yang bersumber dari sungai Bahbolon. 

“Pencarian sudah kami lakukan dengan dibantu Dinas Pengairan untuk mengeringkan aliran sungai sekitar TKP. Kita mengeringkan air namun belum menemukan potongan lainnya,” kata Kapolsek.

Di sisi lain, upaya polisi yang berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencari info warga yang hilang juga belum menerima laporan.

Namun lagi-lagi, belum ada laporan orang hilang tersebut.

“Untuk upaya, kami sudah mensosialisasikan kepada warga nagori dan pangulu agar memberikan info bilamana ada warga/keluarga yang hilang,” tutupnya.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved