Jual Beli Baju Batik Pelajar

Kejari Simalungun Gilir Puluhan Kepala Sekolah Soal Jual Beli Baju Batik Pelajar

Kejari Simalungun menggilir puluhan kepala sekolah terkait jual beli baju batik pelajar

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Kantor Dinas Pendidikan Simalungun di Kompleks Perkantoran Ibu Kota Kabupaten Pematangraya, Selasa (31/5/2022) TRIBUN MEDAN - ALIJA MAGRIBI 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun dikabarkan telah memanggil puluhan kepala sekolah untuk menyelidiki dugaan korupsi jual beli baju batik pelajar SD dan SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun

Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun berencana melakukan praktik jual beli pakaian batik pelajar dengan orangtua siswa/siswi untuk SD dan SMP tahun ajaran 2022 ini.

Kasi Intelijen Kejari Simalungun, Asor Olodaiv Siagian mengakui adanya panggilan terhadap para kepala sekolah tersebut. 

“Iya, masih sebatas minta keterangan,” singkat mantan Kasi Pidsus Kejari Simalungun tersebut, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: VIRAL Siswa Tantang Kepala Sekolah Adu Ponco di Kelas, Jika Menang Hadiahnya Bebas SPP Sampai Lulus

Sejumlah kepala sekolah di Simalungun yang dikonfirmasi reporter Tribun-medan.com juga membenarkan mereka dipanggil dan diperiksa Kejari Simalungun.

Namun, mereka tak berani bersuara lebih jauh mengenai materi yang ditanyakan kejaksaan.

Menurut mereka, yang dilakukan dirinya sebagai kepala sekolah selama ini sebatas mematuhi instruksi pimpinan, Kepala Dinas Pendidikan Simalungun - Zocson Silalahi.

“Kami dipanggil kejaksaan soal baju batik masuk sekolah. Tapi itu sesuai arahan daripada dinas untuk siswa tahun ajaran baru. Untuk kelas satu tiap sekolah,” kata seorang kepala sekolah asal Kecamatan Tanah Jawa.

Kepala sekolah lainnya berinisial S mengaku dirinya jadi kerepotan harus menjawab pertanyaan orang tua siswa/siswi dan wali terkait keharusan membeli baju batik beretnik Simalungun itu.

Baca juga: Sertijab Puluhan Kepala Sekolah Mulai TK, SD, SMP se-Kabupaten Pakpak Bharat

Sebab, baju batik menjadi sesuatu yang baru di sekolah setelah pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved