Polemik PSMS Medan

Utusan Mantu Edy Rahmayadi tak Masuk Kongres PSSI, PFC Duga Ada Pemalsuan Mandat

Polemik di tubuh PSMS Medan masih berlanjut, hingga utusan mantu Edy Rahmayadi tak masuk Kongres PSSI

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN / RECHTIN HANI RITONGA
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat ditemui di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Selasa (31/5/2022). Edy Rahmayadi mengaku akan menempuh jalur hukum lantaran manajemen PSMS yang baru saja disahkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Maret 2022 lalu justru tidak diperbolehkan ikut Kongres PSSI di Bandung. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Polemik di tubuh manajemen PSMS Medan masih berlanjut.

Polemik berawal ketika terlaksanakanya rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar pada 25 Maret 2022 lalu.

Kala itu, dari hasil RUPS, ditunjuklah mantu Edy Rahmayadi, Arifudin Maulana sebagai Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia (PT KMI).

Tak pelak, keputusan ini membuat berang Kodrat Shah, satu diantara pemegang saham PT KIM yang merasa tidak diundang dalam RUPS tersebut.

Baca juga: AMARAH Gubernur Edy Ketika Tahu Manajemen PSMS Tak Diikutkan Kongres PSSI, Ancam Jalur Hukum

Belakangan, setelah konflik ini bergulir, kembali muncul konflik baru.

Saat PSSI menggelar Kongres Biasa Tahun 2022 di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung pada Senin (30/5/2022), utusan mantu Edy Rahmayadi, yakni Mulyadi Simatupang dan Bambang Abimayu justru tak masuk dalam rapat.

Yang masuk dalam rapat Kongres PSSI itu adalah Kodrat Shah bersama Julius Raja.

Menyangkut masalah ini, pengurus pusat suporter PSMS MEDAN Fans Club (PFC) menduga ada pemalsuan mandat. 

"Kuat dugaan kami, oknum yang mengatasnamakan PSMS Medan telah melakukan pemalsuan mandat dari PSMS Medan dalam acara Kongres PSSI di Bandung," kata Hendra M Sihaloho selaku Ketum PFC di dampingi Sekum dan Bendum PFC kepada Tribun-medan.com, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: DUALISME PSMS, Manajer Mulyadi Tak Bisa Masuk Arena Kongres PSSI, Disuruh Tunggu hingga Tengah Malam

Ia mengatakan, manajemen PSMS Medan harus mengambil langkah taktis dan cepat untuk menindak persoalan oknum yang mengaku sebagai perwakilan Ayam Kinantan. 

"Secepatnya melaporkan dugaan pemalsuan tersebut agar bisa menjadi efek jera bagi yang lain. Di mana hal seperti ini tidak terulang kembali dikemudian hari," ucapnya.

Senada disampaikan Sekertaris Umum (Sekum) PFC, Muhammad Suzali.

Ia meminta oknum tersebut tidak menggiring opini buruk.

Baca juga: Manajer PSMS Tak Diterima Masuk Forum Kongres PSSI 2022, Mulyadi : Kami Sangat Terkejut

"Kami PFC dengan tegas menyampaikan bahwa RUPS adalah keinginan kami mayoritas suporter untuk kemajuan PSMS ke depan. Jadi, jangan sampai ada oknum-oknum sakit hati yang membuat opini-opini tak baik ke PSSI," ucap Suzali. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persib
    19
    12
    3
    4
    32
    25
    6
    39
    2
    Persija Jakarta
    20
    11
    5
    4
    27
    11
    10
    38
    3
    PSM Makasar
    20
    10
    8
    2
    35
    8
    19
    38
    4
    Madura United
    20
    11
    3
    6
    26
    14
    8
    36
    5
    Bali United
    20
    11
    2
    7
    44
    21
    14
    35
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved