Berita Medan

BERSIAP-SIAP Rekayasa Lalin di Kawasan Merdeka Walk, 12 Tenant Pindah ke Taman Lili Suheri

Pemindahan tenant dari Lapangan Merdeka ke Taman Lili Suheri   dimulai pada 4 Juli 2022 mendatang.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Tommy Simatupang
Tribunnews
Merdeka Walk dianggap telah menjadi ikon Kota Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemindahan tenant dari Lapangan Merdeka ke Taman Lili Suheri   dimulai pada 4 Juli 2022 mendatang.

Berdasarkan intruksi Wali Kota Medan seluruh tenant yang ada di sekitaran Lapangan Merdeka harus dikosongkan paling lama tanggal 25 Juni 2022.

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution juga menjelaskan bahwa selama proses pekerjaan fisik di Lapangan Merdeka akan ada rekayasa arus lalu lintas di kawasana tersebut.

"Akses jalan akan kita kurangi, mulai dari Jalan Ahmad Yani atau Jalan Palang Merah," ucapnya, Sabtu (4/6/2022).

Bobby juga menyatakan bahwa Jalan Pulau Pinang yang berada di depan Bank Mandiri juga akan ditutup.

Baca juga: Dulu Dikenal Sebagai Motivator Termahal Rp 150 Juta Per Jam, Simak Kabar Terkini Mario Teguh

Baca juga: BARU PULANG Ke Indonesia, Syahrini Keluhkan Kondisi Jakarta Pada Reino Barack: Kok Jadi Gini?

"Nanti jalan tersebut akan dialihkan ke Center Point Mall atau Jalan Jawa dan nantinya itu akan satu arah,"terangnya.

Rekayasa ini dikatakan Bobby guna untuk mempermudah dan mempercepat pembangunan revitalisasi Lapangan Merdeka.

"Jadi jika ada pemilik tenant yang memilih bertahan itu juga akan mengalami penurunan omzet sebab lalin sudah di rekayasa sehingga minim sekali masyarakat yang melintas," paparnya.

Bobby juga menegaskan besarpun lokasi tenan yang ada di Lapangan Merdeka, tetap saja pengusaha akan rugi jika lalin sudah di rekayasa.

Taman Lili Suheri bakal menjadi tempat relokasi 12 tenat yang ada di Lapangan Merdeka. Pemerintah Kota Medan telah meminta kepada 12 tenant untuk mengosongkan Lapangan Merdeka sebelum tanggal 25 April 2022.
Taman Lili Suheri bakal menjadi tempat relokasi 12 tenat yang ada di Lapangan Merdeka. Pemerintah Kota Medan telah meminta kepada 12 tenant untuk mengosongkan Lapangan Merdeka sebelum tanggal 25 April 2022. (Tribun Medan/Anisa)

"Jika jalan penghubung antara Medan Selatan dan Medan Utara ditutup, maka kawasan Lapmer ini akan sunyi pastinya berimbas kepada usaha tenant yang ada di Merdeka Walk," paparnya.

Bobby juga menyatakan apabila usaha tenant bertahan, pemilik tenant akan tutup sendiri karena menurunnya omzet pendapatan.

"Besar pun lokasi saat ini dibandingkan relokasi yang disiapkan tidak ada gunanya bertahan jika adanya rekayasa jalan ini," tukasnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved