Breaking News:

Bupati Simalungun Digugat

Bupati Simalungun Digugat Rp 7,3 Miliar ke Pengadilan Terkait Proyek MCK Sekolah Masa Pandemi

Bupati Simalungun digugat ke pengadilan menyangkut pengerjaan proyek MCK sekolah di masa pandemi

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Sejumlah perusahaan rekanan kontraktor menggugat Bupati Simalungun ke PN Simalungun.

Gugatan terhadap Bupati Simalungun ini berkenaan dengan masalah belum dibayarnya proyek pembangunan kamar mandi sekolah yang mereka kerjakan di masa pandemi Covid-19 pada April 2021 kemarin.

Tak tanggung, nilai gugatan yang dilayangkan mencapai Rp 7,3 miliar.

Bersama dengan Bupati Simalungun, para pemilik perusahaan juga menggugat Kepala dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPBD Simalungun.

Mereka menuntut tanggung jawab proyek di era Bupati JR Saragih, bisa ditunaikan Bupati Simalungun saat ini, Radiapoh Hasiholan Sinaga.

Kuasa hukum para penggugat, Sarles Gultom SH menyampaikan pihaknya berharap Bupati Simalungun memiliki itikad baik untuk membayarkan hak para rekanan. 

“Kita mewakili 15 kontraktor (perusahaan). Materinya adalah wanprestasi di mana (hak) mereka tidak dibayarkan Pemkab Simalungun. Komunikasi kita dengan Pemkab Simalungun terhenti. Kita tidak mendapat tanggapan bahwasanya mereka tidak mengabulkan permohonan kita tersebut,” kata Sharles.

Sarles menyampaikan, tidak ada alasan bagi Pemkab Simalungun menolak melakukan pembayaran.

Sebab dasar hukum berupa kontrak sudah jelas yang mana proyek ini dikerjakan di masa Pandemi Covid-19.

Sarles dan para rekanan kontraktor (penggugat) juga menyayangkan tidak adanya tim hukum Pemkab yang hadir melengkapi PPK BPBD Simalungun, Bryan Simorangkir yang hadir memenuhi panggilan sidang 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved