Breaking News:

Diduga Bunuh Diri

Masih Pakai Seragam Sekolah, Siswa SMA Tewas Tergantung Diduga Malu Ditegur Guru

Seorang remaja laki-laki ditemukan tewas tergantung masih pakai seragam sekolah di rumah kosong

HO
Jenazah AF, pelajar yang gantung diri 

TRIBUN-MEDAN.COM,BATUBARA - AF, siswa SMA yang masih berusia 17 tahun ditemukan tewas tergantung masih pakai seragam sekolah, Rabu (8/6/2022).

Menurut laporan, jenazah AF ditemukan warga di rumah kosong milik warga bernama Tumiran yang ada di Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.

Dari informasi yang didapat, AF yang merupakan warga Dusun Sono, Desa Lalang ini diduga nekat gantung diri setelah dtegur gurunya, lantaran ketakuan menyontek. 

Baca juga: Ini Hasil Autopsi Tahanan Polresta Deliserdang yang Tewas Tergantung dan Lebam di Ruang Pejabat

"Menurut keterangan dari temannya, AF stres dan malu ketika di sekolah dimarahi oleh gurunya akibat ketahuan mencontek saat sedang ujian," kata Kapolsek Medang Deras, AKP M Syafii, Kamis(9/6/2022).

Setelah dimarahi, AF pulang ke rumahnya.

Dia meminta tali tambang kepada orangtuanya.

Karena mengira tali tambang itu untuk tugas sekolah, orangtua korban memberikan apa yang diminta oleh AF.

"Tali tersebut ternyata digunakan untuk gantung diri," kata Syafii.

Baca juga: Tersangka Pencabulan Tewas Tergantung di Ruang Pejabat Polresta Deliserdang, Keluarga Bilang Janggal

Dari pengakuan masyarakat, pertama kali jenazah AF ditemukan oleh Sarinah (63), yang tak lain adalah nenek korban. 

"Saat ditemukan kondisi korban terbaring dengan posisi terlentang di lantai," katanya. 

Saat ini pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, dan pihak keluarga menolak untuk dilakukannya autopsi terhadap korban. 

"Karena orangtuanya menyatakan menolak untuk diautopsi, dan menyatakan kejadian tersebut murni bunuh diri, maka kami menghargai pihak keluarga," katanya. 

Baca juga: Jutawan Kelahiran Ukraina Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Mewahnya

Hal tersebut juga diperkuat dengan adanya pesan singkat WhatsApp di grup sekolah, yang mana korban telah meminta maaf kepada kedua orangtua, guru dan teman-temannya agar dapat mengikhlaskan dirinya. 

Sayangnya, pihak sekolah yang dikonfirmasi mengenai tragedi ini tak mau menjawab.(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved