Breaking News:

Buruh Wanita Dipecat Sepihak

Perjuangan Buruh Wanita Melawan PT Sari Incofood Corporation, Dipecat Sepihak Tanpa Pesangon

Seorang gadis yang merupakan buruh wanita tengah berjuang sendirian menghadapi PT Sari Incofood Corporation

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Maya Dwi Tamara, buruh wanita yang berjuang sendirian melawan PT Sari Incofood Corporation, karena dipecat sepihak tanpa pesangon 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Maya Dwi Tamara, buruh wanita yang tinggal di Desa Dagang Krawan, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang kini tengah berjuang melawan kezaliman PT Sari Incofood Corporation.

Gadis berusia 23 tahun ini berjuang mendapatkan haknya, setelah dipecat sepihak oleh PT Sari Incofood Corporation, karena dituduh menganiaya pekerja pria.

Saat ini, Maya harus mondar-mandir datang ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Deliserdang untuk mendapatkan haknya berupa pesanon.

"Saya datang ke sini karena rencananya akan ada mediasi antara saya dan perusahaan. Tanggal 29 April lalu saya dipecat oleh perusahaan dan tidak diberikan pesangon," kata Maya didampingi tunangannya, Gustri Wirafath Yusuf (25) yang merupakan warga Kecamatan Pagar Merbau, Jumat (10/6/2022).

Maya bercerita, kasus yang menimpanya ini bermula pada 28 April 2022 lalu.

Saat itu, Maya hendak mengambil bekal yang dibawanya dari rumah, yang kebetulan ditaruh di sepeda motor.

Ketika mengambil bekal, datang pekerja pria bernama Andi Irawan.

Andi tiba-tiba merampas bekal milik Maya.

Karena merasa tidak mengenal Andi, Maya bertanya kenapa bekalnya dirampas.

Lalu Maya menghubungi tunangannya, dan tunangannya itu berbicara lewat telepon dengan Andi.

"Satu hari setelah kejadian, saya dipanggil personalia dan dipaksa menandatangani surat pernyataan, jika sebenarnya tunangan saya yang melakukan penganiayaan. Saya posisinya saat itu langsung disebut diberhentikan. Sementara Andi dan kawan-kawannya masih tetap bekerja," kata Maya. 

Kabid Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Disnaker Deliserdang, Ali Tambunan didampingi Mediator dinas, Daniel P Barus menyebut pihaknya sebenarnya sudah mengundang pihak perusahaan.

Karena sudah ditunggu tidak hadir, mereka akan melakukan pemanggilan kedua.

"Kami belum tahu kenapa perusahaan tidak datang. Enggak ada kabar," kata Ali.

Dia mengatakan, pihak Disnaker sebenarnya ingin menanyakan, apa alasan perusahaan memecat Maya. 

"Kalau dari versi pekerja kan sudah kami dengar, kita dengar dululah versi perusahaan seperti apa. Makanya nanti kita panggil lagilah untuk kedua kalinua," kata Ali.

Sementara itu, personalia PT Sari Incofood Corporation bernama Rudianto bungkam ketika dikonfirmasi.

Berulang kali dihubungi, Rudianto tak mau menjawab.

Pesan singkat yang dikirimkan juga belum mendapat balasan. (dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved