Breaking News:

Edy Rahmayadi Singgung Perut Umat sedang Lapar dalam Dialog soal Islamphobia

Penamaan Islamphobia hanya sebuah strategi dan sistem untuk menggagalkan dakwah Islam yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan umat.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Eti Wahyuni
Tribun-Medan.com/ist
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi membuka Dialog Kebangsaan Islamphobia dan dampaknya terhadap pembangunan di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (13/6/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak umat Islam untuk tidak perlu khawatir berlebihan dengan isu Islamphobia yang bergulir di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama di Provinsi Sumut.

Edy mengatakan, penamaan Islamphobia hanya sebuah strategi dan sistem untuk menggagalkan dakwah Islam yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan umat.

Saat ini, menurut Edy Rahmayadi, yang perlu dirumuskan adalah perbaikan akidah dan ekonomi umat.

"Yang perlu kita bahas adalah perut umat yang saat ini sedang lapar karena ekonomi yang sulit," ucap Edy Rahmayadi saat menjadi keynote speaker Dialog Kebangsaan bersama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman 41 Medan, Senin (13/6/2022).

Baca juga: GUBERNUR Edy Rahmayadi Sebut Kendaraan yang tak Bayar Pajak Haram Digunakan

Menurut Edy, empat konsesus dasar yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI adalah hasil dari rumusan para ulama yang sampai saat ini dijalankan. Atas dasar itu, pengaruh Islamphobia tidak akan berdampak terhadap pembangunan dalam perspektif kebijakan daerah.

"Kalau untuk merusak Islam itu sampai hari kiamat akan terus ada yang melakukan. Saat ini namanya Islamphobia, lain waktu lain lagi itu dan ada lagi nama baru," katanya.

Karena itu, Edy mengajak pada seluruh pendakwah untuk mengajarkan pada umat mengenai kemurnian Islam ini dengan menjaga akidah dan menjadi muslim yang rahmatan lilalamin bagi seluruh manusia.

Sementara itu, Ketua Dewan Dakwah Sumut Chairul Azhar kesempatan itu mengatakan bahwa Dewan Dakwah berdiri dengan tujuan mengawal, menegakkan, dan menjaga akidah, serta syariat untuk umat dan keutuhan negara.

Saat ini Dewan Dakwah di Sumut sudah tersebar dan memiliki kantor di 18 kabupaten/kota di Sumut. Ia berharap, nantinya dengan pembentukan cabang dakwah di daerah ini sebagai perpanjangan dakwah untuk sampai kemasyarakat.

"Terima kasih kami ucapakan pada Gubernur yang telah memfasilitasi dialog kebangsaan ini. Semoga dengan dialog ini akan memberikan edukasi pada umat nantinya," katanya.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved