Institut Teknologi & Bisnis Carnegie Gelar Bakti Sosial di TPA Terjun

Puluhan pemulung yang mengikuti kegiatan ini begitu antusias saat menerima sembako dan mengikuti edukasi mengenai eco enzyme.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/Kartika
Foto bersama Institut Teknologi & Bisnis Carnegie saat melakukan baksos di TPA Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Senin (13/6). Dalam agenda bakti sosial ini, Carnegie membagikan puluhan sembako kepada puluhan pemulung dan masyarakat sekitar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Institut Teknologi & Bisnis Carnegie menggelar bakti sosial bertajuk Berbagai Itu Indah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Senin (13/6/2022).

Perwakilan Institut Teknologi & Bisnis Carnegie, Mariana mengungkapkan bahwa dalam agenda bakti sosial ini, Carnegie membagikan puluhan sembako kepada puluhan pemulung dan masyarakat sekitar.

"Kegiatan hari ini (kemarin) kita lakukan dengan berbagi sembako kepada masyarakat sekitar atau pun pekerja-pekerja seperti pemulung yang setiap harinya bekerja di sini (TPA Terjun)," ungkap Mariana kepada Tribun Medan.
Dikatakan Mariana, bakti sosial ini dilakukan untuk mengenalkan kepada mahasiswa mengenai nilai karakter diri agar peka terhadap sesama.

"Kita ingin memberikan pelajaran karakter kepada calon mahasiswa kita dan juga meningkatkan rasa kepedulian mereka dimana saat ini begitu banyak orang-orang yang membutuhkan," ujarnya.

Baca juga: IT&B Carnegie Outbound Sukses Memperkokoh Karakter dan Keunggulan Siswa

Beraktivitas di lingkungan yang penuh sampah tentunya akan rentan terkenal penyakit, terlebih bagi anak-anak.
Maka dari itu, selain memberikan sembako, Mariana juga turut memberikan edukasi kepada anak-anak di TPA Terjun untuk dapat melakukan hidup sehat seperti menggunakan masker dan rutin melakukan cuci tangan.

Senada hal ini, Institut Teknologi & Bisnis Carnegie bekerjasama dengan Eco Enzyme Nusantara, melakukan edukasi mengenai eco enzyme kepada puluhan pemulung yang setiap hari bersentuhan dengan sampah.

Puluhan pemulung yang mengikuti kegiatan ini begitu antusias saat menerima sembako dan mengikuti edukasi mengenai eco enzyme.

Diantaranya ada Heri, pemulung yang sudah 10 tahun mengais rezeki dengan mencari kardus di TPA Terjun.
"Senang ya dapat pengetahuan tentang kebersihan seperti ini dan juga kita dikasih eco enzyme-nya biar bisa dipakai hari-hari sama dapat sembako juga," ujar Heri.

Sehari-harinya, Heri dapat mengantongi sekitar Rp 50 ribu dari menjual sampah-sampah ke pengepul.
"Uangnya untuk menutupi belanja sehari-hari lah. Istri juga bantu kerja di sini," tuturnya.

Terkait bakti sosial ini, Mariana menegaskan bahwa program ini akan dilakukan secara rutin.
"Kegiatan ini tak hanya dilakukan hanya sekali dua kali saja namun kita sudah cantumkan di kalender kegiatan dari kampus yang akan berkelanjutan," pungkas Mariana.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved