Relokasi Toko Buku

Pedagang Toko Buku Lapangan Merdeka Waswas Pemko Medan Belum Keluarkan Alas Hukum Relokasi

Pedagang Buku Lapangan Merdeka, Kota Medan berharap Pemko Medan segera menyelesaikan alas hukum bangunan kios bagi pedagang buku yang akan direlokasi.

Pedagang Toko Buku Lapangan Merdeka Waswas Pemko Medan Belum Keluarkan Alas Hukum Relokasi

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN- Komunitas Pedagang Buku Lapangan Merdeka, Kota Medan berharap Pemko Medan segera menyelesaikan alas hukum bangunan kios bagi pedagang buku yang akan direlokasi dikarenakan adanya revitalisasi Lapangan Merdeka menjadi cagar budaya.

Pengurus Komunitas Pedagang Buku Lapangan Merdeka, Donald Sitorus mengatakan setidaknya ada 140 kios penjual buku yang bakal dipindahkan ke jalan Hitam HM Yamin, Kecamatan Medan Timur.

"Di sini ada sekitar 140 kios buku, 3 kantin satu musolah. Terkait rencana revitalisasi lapangan Merdeka Medan ini dan tentunya berdampak pada relokasi para pedagang buku disini,"ujarnya.

Lanjut Donal, yang namanya relokasi harusnya ada dikeluarkan surat tentang relokasi dari wali kota.

"Itulah dasarnya bagi kami. Kemudian ada surat pakai kios kepada pedagang yang berhak, sehingga ada alas hukum yang mengikat kepada pedagang," kata Donal Sitorus, Senin (13/6/2022).

Donal menyebutkan, sampai sejauh ini alas hukum atas kepemilikan kios baru yang akan dibangun di tanah milik PT KAI itu belum diserahkan kepada para pedagang yang akan menempati kios yang baru.

Karena itu, padagang khawatir jika suatu waktu akan ada masalah mengenai lokasi kios yang baru.

"Itu (alas hak) belum keluar tapi kita sudah punya kesepakatan dengan pihak Perkim akan dikeluarkan surat pemakaian kios. Kalau dari pemerintah nanti suratnya keluar sebelum peletakan batu pertama oleh bapak Presiden," sambung Donal.

Pemerintah Kota Medan sendiri sudah sejak 6 bulan lalu memberikan pemberitahuan revitalisasi Lapangan Merdeka kepada pedagang.

Pada prinsipnya para pedagang toko buku mendukung wacana revitalisasi tersebut.

Namun meski begitu Donal meminta agar hal itu tidak mengenyampingkan hak hak mereka.

"Jadi kita minta kepada pihak Dinas Perkim agar relokasi ini dilakukan secara baik dan bijaksana , karena yang namanya relokasi itu kan memindahkan secara keseluruhan apa pun yang ada disini, mulai bangunan kiosnya, kamar mandinya, kantinnya, itu kan harusnya ada juga disana," kata Donal.

"Kalau itu belum disediakan pertanyaannya mau kemana kita kalau tempat yang baru belum disediakan, apa mau sekejam itu dengan kita yang juga warga Medan ini. Tapi kami yakin Walikota Medan pak Bobby dan Kadis Perkim Pak Endar orang orang yang bijaksana dan tidak akan seperti itu. Kalau pun nanti itu terjadi, kami yang merasa perut kami terganggu pasti kami melakukan perlawanan," tuturnya

Para pedagang lantas berharap seiring wacana relokasi, Pemerintah Kota Medan dapat mendukung perkembangan toko buku.

Salah satunya usulan para pedagang adalah dengan menjadikan tokoh buku semacam icon wisata edukasi.

Dengan begitu, bagi masyarakat yang ingin mencari buku dapat mengunjungi toko buku Medan.

"Kami berharap kepada pak Bobby di tempat yang baru nanti bisa dijadikan tempat wisata buku. Karena yang punya pasar buku seperti ini di Sumut ini kan cuman di Medan. Ini icon yang bagus untuk mengajak orang datang, jadi orang yang ingin cari buku mikirnya pasar buku Medan," tutup Donal.

(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved