Penikaman dan Perampokan

Tikami dan Rampok Seleb Bigolive Kota Medan, Pelakunya Divonis 5 Tahun Penjara

Lelaki yang tikami Seleb Bigolive Kota Medan divonis lima tahun penjara oleh hakim

TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Muhammad Faris saat konfrensi pers di Polrestabes Medan, Rabu (22/12/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Muhammad Nur Faris, terdakwa penikaman Seleb Bigolive Kota Medan, Indah Haerani Hanafia divonis lima tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (16/6/2022).

Majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan menyatakan warga Renggas Pulau, Medan Marelan itu terbukti bersalah melakukan percobaan pembunuhan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," kata hakim.

Majelis Hakim menilai, lelaki 26 tahun itu telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 338 Jo Pasal 53 KUHPidana. 

"Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan," ujar hakim.

Diketahui, vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Saputra yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara.

Sementara itu, JPU dalam dakwaannya menuturkan bahwa perkara ini bermula pada Selasa 21 Desember 2021 lalu, saat saksi korban Indah Haerani Hanafia, mendapat pesan whatsapp dari terdakwa Muhammad Nur Faris dengan ajakan jalan-jalan.

Yang mana terdakwa juga mengajak Indah ke Hotel A Residence di Sei Putih dan janji akan memberikan uang sebesar Rp 1.5 juta.

Keduanya pun janji bertemu di Jalan Jamin Ginting tepatnya di Pajus (Pajak Usu). Sekira pukul 22.30 WIB Indah sampai di Pajus dengan menggunakan Mobil Brio warna merah.

"Kemudian terdakwa meminta untuk mengemudikan mobil milik saksi korban, dan pergi ke Jalan Jamin Ginting, selanjutnya saksi korban dan terdakwa berhenti di Indomaret membeli minuman dan membeli dimsum kepiting dan ayam," ujar jaksa.

Setelah terdakwa selesai membeli ternyata yang dibeli terdakwa dimsum ayam sehingga Indah membujuk terdakwa membeli dimsum rumput laut akan tetapi terdakwa menolak.

Selanjutnya, mereka lalu berjalan-jalan ke arah S.M. Raja.

Saat itu terdakwa sempat menanyakan apakah Indah punya GPS mobil lalu dijawab tidak ada.

Keduanya lalu pergi ke Jalan Bambu untuk makan kerang. Setelahnya, terdakwa mengajak Indah jalan-jalan kearah Marelan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved