Okupansi Hotel Capai 90 Persen, Berkah di Moment Weekend

Hal ini juga turut didukung adanya kebijakan pelonggaran kegiatan masyarakat serta kegiatan yang menuju era New Normal.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
Tribun-medan.com/ Kartika Sari
Pegawai Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel saat menunjukkan salah satu kamar hotel dan beragam fasilitas yang ditawarkan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Geliat perekonomian yang didukung industri pariwisata dirasakan dampaknya pasca pelonggaran kegiatan masyarakat.

Terlebih, setelah momen Idul Fitri 1443 H yang menjadi berkah bagi bisnis perhotelan di Sumatra Utara, mengingat tingkat hunian yang semakin membaik.

Hal ini juga turut didukung adanya kebijakan pelonggaran kegiatan masyarakat serta kegiatan yang menuju era New Normal.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Sumut Denny S Wardhana mengatakan, jika tingkat hunian ini sudah mulai berangsur membaik, terhitung sejak tidak diberlakukannya PCR untuk pelaku perjalanan.

Ia mengatakan, okupansi perhotelan di Kota Medan mencapai angka 70 sampai 80 persen dan untuk restoran sendiri ia melihat keterisian pengunjung sudah mulai meningkat ditambah tidak diberlakukannya lagi Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dikatakannya, untuk daerah wisata di Sumatra Utara juga turut mengalami peningkatan okupansi dan keterisian tamu restoran dan telah berada di angka 80 persen.

Baca juga: SELECTA Hotel Beri Harga Promo di Momen Lounching Perdana, Harga Mulai Rp 300 Ribuan

Ada pun untuk wilayah hotel yang didominasi pengunjung khususnya di daerah pariwisata yakni Karo dan Toba.
"Di sini okupansinya meningkat ketika weekend dan di hari libur meningkat mencapai 80 sampai 90 persen, hampir 100 persen," ujarnya saat dihubungi Tribun Medan, Sabtu (18/6/2022).

Ia juga menyebutkan selain faktor kebijakan pelonggaran kegiatan masyarakat serta kegiatan yang menuju era New Normal, faktor lainnya juga didukung oleh vaksinasi.

Disebutnya, saat ini tingkat kepedulian masyarakat terhadap vaksinasi yang kian meningkat kesadarannya, menjadi faktor lain meningkatnya roda perekonomian Sumut khususnya di sektor pariwisata.

"Oleh karena itu, jumlah vaksinasi yang sudah tercapai sehingga membuat masyarakat kian percaya diri untuk berlibur," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved