Drainase Ditumbuhi Semak Belukar

Drainase Jalan Helvetia Raya tak Terurus, Kepling Malah Suruh Beritakan yang Lain

Drainase di Jalan Helvetia Raya tampak tak terurus dan ditumbuhi semak belukar. Kepling suruh beritakan yang lain

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/APRIANTO TAMBUNAN
Drainase di Jalan Helvetia Raya, Lingkungan VIII, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Helvetia, Kota Medan dipenuhi semak belukar diduga tak pernah dibersihkan, Minggu (19/6/2022) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kondisi drainase di Jalan Helvetia Raya, Lingkungan VIII, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Helvetia, Kota Medan tampak tak terurus.

Dari amatan Tribun-medan.com, drainase tersebut sudah ditumbuhi semak belukar dan sedimenrasi berupa lumpur.

Sampai saat ini, drainase tersebut diduga tak pernah dibersihkan pihak lingkungan.

Warga mengatakan, jika hujan lebat, kadang banjir masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Normalisasi Drainase Depan Tol Bandar Selamat Sudah Dilakukan

"Itu sudah lama. Kalau sudah hujan, sumbat akibat sampah nyangkut, banjir masuk ke rumah," kata Ahmad, warga sekitar, Minggu (19/6/2022).

Ahmad berharap, drainase yang sudah ditumbuhi semak belukar ini segera dibersihkan.

"Ya, kalau bisa secepatnya dibersihkan. Agar tidak banjir lagi," katanya.

Terpisah, Kepala Lingkungan VIII, Sutan justru meminta Tribun-medan.com untuk memberitakan masalah lain.

Baca juga: DINAS PU Medan Benahi Drainase di Kawasan Tol Bandar Selamat, Targetkan Selesai Dalam Sebulan

Ia mengatakan, bahwa pencurian tiang banner di dekat tol Helvetia lebih menarik ketimbang masalah drainase yang ditumbuhi semak belukar.

"Kalau bisa dimuat juga tiang banner di dekat mural yang dicuri OTK lae. Itu yang lebih menarik untuk buat berita," katanya.

Namun, ketika disinggung mengenai drainase yang ditumbuhi semak belukar di wilayah kerjanya, Sutan mengaku sudah berkoordinasi dengan P3SU.

Baca juga: Hujan Deras dan Drainase Buruk, Permukiman Warga di Labura Terendam Banjir

"Kalau masalah sedimen itu menunggu jadwal dari P3SU, karena 88 lingkungan bergiliran memanggil nya," kata Sutan.

Meski warga mengaku kebanjira, Sutan mengatakan bahwa tiga bulan terakhir drainase yang ditumbuhi semak belukar dan dipenuhi sedimen itu sudah tidak sumbat lagi sejak dilakukan normalisasi di kawasan Helvetia Tengah.

Sutan juga menuding bahwa warga selama ini membandel, kerap buang sampah sembarangan.

"Kalau masyarakat memang mintanya selalu lebih, kita imbau jangan buang sampah ke parit aja susah," katanya.

Baca juga: Normalisasi Drainase di Cinta Damai Harus Cepat Dilakukan, Bobby: Kasihan Warga Alami Banjir Terus

Dia menuding warga tidak patuh aturan.

Jika dipantau, warga enggan buang sampah sembarangan.

Tapi kalau tidak dipantau, selalu buang sampah ke drainase.

"Kalau ada kita, enggak buang, tapi kalau enggak nampak, selalu buang sampah ke parit. Ketika dikutip retribusi tidak mau bayar," katanya.(cr29/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved