Breaking News:

Berita Dairi

ANGGOTA DPRD Dairi Ditipu Penjual Pupuk Palsu, Beli Harga Murah, Kini Ngadu ke Polres Dairi

Anggota DPRD Dairi Bona Sitindaon membuat laporan dugaan kasus penipuan pupuk ke Polres Dairi. 

TRIBUN MEDAN / ALVI SUWITRA
Barang bukti pupuk dengan merek Phonska dan SP 36 yang kadar kandungannya tidak sesuai standar dibawa ke Polres Dairi untuk dilakukan pemeriksaan. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Anggota DPRD Dairi Bona Sitindaon membuat laporan dugaan kasus penipuan pupuk ke Polres Dairi. 

Anggota Fraksi Demokrat ini melaporkan kejadian yang dialaminya bersama rekan - rekannya merasa tertipu karena pupuk yang dibelinya tak larut ketika ditabur di atas tanah pertanian kopi miliknya.

"Setelah kita pakai, kita tunggu dua minggu, kok enggak larut di tanah. Biasanya kalau pupuk seperti itu, akan larut kalau ditabur di atas tanah," ujarnya, Selasa (21/6/2022).

Ia merasa janggal akan kejadian ini. Kemudian melakukan pemeriksaan pupuk di Kota Medan.

Hasilnya, kadar fosfor dalam pupuk yang dibeli. Ternyata jauh dari standar pupuk pada umumnya.

"Setelah kami cek, kadar (fosfor) nya hanya 1 persen. Seharusnya 36 persen," ungkapnya.

Baca juga: HARGA Tiket Pesawat Melejit, Ini Kata Lion Group dan AirAsia

Baca juga: Aliansi Reformasi RKUHP Bakal Beri Kado di Ulang Tahun Presiden Jokowi, Gelar Aksi Unjuk Rasa

Adapun merek yang ia beli adalah merek Phonska dan SP 36 dengan jumlah total 10 karung yang memiliki berat 50 kilogram.

Harga yang ditawar dalam pembelian pupuk tersebut ternyata jauh lebih murah dari pupuk yang biasa digunakan.

"Biasanya pupuk yang saya pakai mereknya SS atau RJ. Itu harganya sampai Rp 600 ribu. Nah pupuk ini saya beli harganya cumanRp 150 ribu," terangnya.

Ia pun mengaku menggunakan pupuk yang tidak sesuai standar itu berawal dari informasi temannya yang menyarankan agar memakai pupuk tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved