Tugu Ikan Knalpot Blong

Monumen Ikan dan Sepeda Motor Terbuat dari Kenalpot Brong Hasil Operasi

Polres Tanjungbalai membuat inovasi karya seni patung ikan dengan menggunakan kenalpot sitaan yang dilarang digunakan pada sepeda motor standart.

Tayang:

Monumen Ikan dan Sepeda Motor Terbuat dari Kenalpot Brong Hasil Operasi

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI - Polres Tanjungbalai membuat inovasi karya seni berupa tugu patung ikan dan sepeda motor.

Tugu ini sendiri dibuat dengan menggunakan kenalpot blong hasil sitaan yang dilarang digunakan pada sepeda motor standart.

Di mana kenalpot-kenalpot tersebut diperoleh dari hasil razia patuh toba, dan razia balap liar yang dilakukan selama bulan ramadhan.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Triyadi saat diwawancarai Tribun-medan.com, mengaku patung ikan tersebut dipilih sebagai bentuk kearifan lokal warga Tanjungbalai yang sebagian besar memiliki penghasilan dari laut.

"Karena banyaknya sitaan saat razia, maka disitu terpikir membuat karya seni untuk monumen yang berbahan dasar kenalpot brong ini menjadi monumen patung yang dibuat untuk menyerupai ikan," kata Triyadi.

Ia mengaku kenalpot sitaan ini hampir seluruhnya berasal dari razia saat bulan Ramadhan yang mana saat itu Polres Tanjungbalai melakukan razia untuk kenyamanan beribadah.

"Karena kemarin permintaan pemuka agama untuk kenyamanan beribadah saat bulan Ramadhan, sehingga kami lakukan razia," katanya.

Razia tersebut dilakukan dengan cara humanis dan menilang teguran untuk mengganti kenalpot brongnya di Satlantas Polres Tanjungbalai.

"Sehingga, karena terlalu banyak. Kalau di musnahkan sayang karena bakal menjadi sampah dan tidak berguna. Saya meminta kepada Kasat Lantas untuk bagaimana caranya agar kenalpot-kenalpot ini dijadikan seni," kata Triyadi.

Sehingga, Kasat Lantas mencari salah seorang pekerja seni yang merupakan warga Tanjungbalai untuk membuat patung ikan tersebut.

Sementara, Kasat Lantas Polres Tanjungbalai, AKP Hotlan Wanto Siahaan mengatakan pekerja seni ikan tersebut didapatnya dari Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai.

"Pekerjaanya memakan waktu selama tiga minggu, dengan jumlah kenalpot ada 150 kenalpot yang dipotong," jelas Siahaan.

Ia mengaku, monumen ini dibuat untuk mengingatkan sekaligus menghimbau masyarakat Tanjungbalai selalu menggunakan kendaraan bermotor yang sesuai dengan standart.

"Sehingga tidak ada aksi ugal-ugalan dan balap liar yang mengakibatkan membahayakan diri dan orang lain," pungkasnya.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved