Pemkab Deliserdang

Pemkab Deliserdang Hattrick Raih Penghargaan Top Inovasi 99

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang raih Top Inovasi Pelayanan Publik, untuk ketiga kalinya (Hattrick).

Editor: Satia
Dok. Pemkab Deliserdang
Bupati Kabupaten Deliserdang Ashari Tambunan terima Penghargaan dari Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara Kwinthamaka SE MM, di Kantor Bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam, Kamis (9/7/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DELISERDANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang raih Top Inovasi Pelayanan Publik, untuk ketiga kalinya (Hattrick).

Setelah sebelumnya mendapat penghargaan TOP Inovasi 99 Tahun 2020 dan 2021.

Tahun ini, Pemkab Deliserdang kembali merengkuh penghargaan serupa, pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang dilaksanakan Menpan RB, dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Menpan RB No.B/273/PP.00.05/2022 tentang Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik, Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD Tahun 2022. 

Dengan keberhasilan yang diperoleh ini, Pemkab Deliserdang sudah mengantongi Top Inovasi kelima.

Dari tujuh kali keikutsertaan, Dinas Pendidikan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, sebanyak lima kali dan berhasil meraih penghargaan sebagai Top Inovasi. 

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Deliserdang meraih penghargaan di bidang pendidikan terkait Inovasi Kas Anak Kasir, Anak Pelorena, Anak Lapas, Anak Panji, Anak Kasir Mengaji: Sebuah Model Pemberdayaan Anak-Anak Marjinal di Bidang Pendidikan.

Kas Anak Kasir merupakan, akronim dari Kembali Bersekolah Anak Kawasan Pesisir, di mana tujuannya untuk mengembalikan anak-anak marjinal kawasan pesisir bekerja sebagai nelayan, tukang cuci sampan, bekerja di kandang-kandang ayam, buruh harian lepas, asisten rumah tangga, yang sudah putus sekolah, kembali bersekolah. 

Kas Anak Pelorema (Kembali Bersekolah Anak Pengguna Loka Rehabilitasi Narkoba) adalah inovasi untuk memberikan layanan pendidikan di dalam Loka Rehabilitasi Narkoba, agar anak-anak yang sedang direhab tetap bisa bersekolah. 

Kas Anak Lapas (Kembali Bersekolah Anak Penghuni Lembaga Pemasyarakatan) adalah inovasi untuk memberikan layanan pendidikan di dalam penjara, bagi anak-anak atau warga binaan agar tetap bisa bersekolah dan ketika keluar penjara memiliki keterampilan dan ijazah. 

Anak Panji (Anak Panti Asuhan Mengaji) merupakan inovasi yang memberikan perlindungan kepada anak yatim atau anak yatim piatu di panti asuhan, yang dikemas melalui Program Anak Panti Asuhan Mengaji. Sedangkan Anak Kasir Mengaji adalah inovasi untuk mendampingi anak kawasan pesisir, agar mampu membaca, menulis dan menghafal Al Qur'an, sekaligus memberikan perlindungan agar mereka tidak putus sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Yudy Hilmawan, mengatakan inovasi-inovasi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Kembali Bersekolah yang dicanangkan Bupati Deli Serdang, H Ashari Tambunan, pada 17 Maret 2017 lalu. 

"Tujuannya, untuk menyediakan akses pendidikan inklusif bagi anak kawasan pesisir, anak penghuni loka rehabilitasi narkoba, anak penghuni lembaga pemasyarakatan agar mereka mendapatkan pendidikan dan tidak putus sekolah," katanya, Jumat (17/6/2022).

Selain itu juga, sambung Kadis, untuk memberikan pendampingan dan perlindungan kepada anak yang tinggal di panti asuhan dan anak kawasan pesisir dalam bentuk kegiatan mengaji, membaca Al Qur’an dan menghafal Al Qur'an, sekaligus mengantisipasi agar anak tidak putus sekolah. 

Sebagai bentuk hadirnya negara memberikan perlindungan pada anak-anak marjinal yang ada di Kabupaten Deliserdang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved