Tempat Wisata di Binjai

YUK Belajar Mengelola Gula Aren Secara Alami di Taman Edukasi Binjai

Gula yang diolah secara tradisional dan tanpa bahan pengawet buatan bisa Tribuners dapatkan di Taman Edukasi Binjai.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/HUSNA
Proses pemasakan air nira menjadi gula aren 

Sembari menikmati pemandangan alam yang hijau Tribuners bisa menyeruput secangkir kopi dengan gula aren mini disini.

Baca juga: Gula Aren Ponpes Al Hidayah Lari Manis, Jadi Andalan untuk Operasional Pesantren

Legenda Penyadapan Air Nira

Konon katanya tak semua orang mendapat berkah dalam menyadap air nira. Dalam satu keluarga keahlian ini biasanya turun temurun ke anak tertentu saja. Jika dipaksakan pun bisa-bisa air niranya tidak keluar.

Mila bercerita ritual penyadapan air nira ini sebagian besar masih berlandaskan pada pengalaman bersifat mistis, bukan pada teknik dan ilmu pengetahuan modern.

Proses pemasakan air nira menjadi gula aren
Proses pemasakan air nira menjadi gula aren

Di antaranya tidak pakai wangi-wangian, mengencingi pohon, dan bertengkar dengan istri. Kalau pantangan dilanggar, pohon akan ngadat alias tidak keluar niranya.

"Jadi kalau ibu dan bapaknya ini bertengkar bisa-bisa hasil nira kita juga tidak ada. Jadi harus menjaga hati dan ketenangan jiwa ibaratnya," kata Mila. 

Taman Edukasi sangat menjaga kualitas pengolahan Nira yang benar-benar alami. Proses pembuatan gula aren yang diolah secara tradisional tanpa tambahan pengawet buatan dan bahan lainnya.

(Cr26/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved