Breaking News:

Pemkab Dairi

Bupati Dairi Eddy Berutu Buka Pelatihan Kompetensi Teknis Pejabat Tinggi Pratama

Guna mengembangkan kompetensi teknis, bagi para pejabat tinggi pratama, dan pejabat administratornya, Pemerintah Kabupaten Dairi (Pemkab)

Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra | Editor: Satia
Dok. Pemko Medan
Bupati Kabupaten Dairi Eddy Berutu saat mengadakan pelatihan pengembangan kompetensi teknis di Lingkungan Pemkab Dairi Tahun anggaran 2022, di SMKN 1 Sidikalang, Selasa (14/06/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Guna mengembangkan kompetensi teknis, bagi para pejabat tinggi pratama, dan pejabat administratornya, Pemerintah Kabupaten Dairi (Pemkab) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengadakan pelatihan pengembangan kompetensi teknis tahun anggaran 2022, di SMKN 1 Sidikalang, Selasa (14/06/2022)

Dalam mendukung kegiatan tersebut, BKPSDM menghadirkan narasumber dan praktisi, Isa Bin Jamaluddin dari PT  Kompas Konsultasi dan Manajemen, Jakarta.

Kemudian turut dihadiri bupati Dr Eddy Keleng Ate Berutu, Sekda Budianta Pinem dan Kepla BKPSDM Dapot Tamba.

Dalam pelatihan tersebut, ada 31 orang pejabat tinggi pratama yang terdiri dari asisten, staf ahli kepala badan dan kepala dinas yang mengikuti kegiatan yang akan diselenggarakan dalam kegiatan ini.

Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu yang hadir membuka kegiatan menyampaikan bahwa pengembangan kemampuan ASN  terutama pejabat setingkat pratama dan pejabat administrator merupakan sebuah kewajiban.

"Kita harus ubah perspektif kita. Pengembangan diri bagi pegawai sebagaimana tertuang dalam peraturan terkait ASN menurut saya adalah sebuah kewajiban pegawai, bukan hak," kata bupati mengawali.

Bupati menambahkan agar pengetahuan dan kemampuan selalu terbaharui ada baiknya segala sesuatu yang sudah kita peroleh termasuk ilmu dimasa lalu namun berbenturan dengan ilmu pengetahuan yang baru, maka sebaiknya tinggalkan saja.

"Karena ilmu pengetahuan selalu berkembang dan metodologi masa lalu pun tidak selalu bisa digunakan lagi, maka kita harus segera mengadopsi ilmu pengetahuan yang baru. Apa yang kita pelajari secara teori terkadang berbeda dengan praktek, maka itulah kita perlu menyesuaikan diri. Teori itu penting sebagai landasan namun praktek sesungguhnya jauh lebih penting," ujarnya.

Lebih lanjut bupati yang merupakan pebisnis ini berharap usai kegiatan para peserta akan memberikan dampak baik sebagai sumbangsihnya pada bangsa dan negara terutama Kabupaten Dairi.

"Peran teori itu hanya 5 hingga 8 persen  saja dan mungkin 2 atau 3 bulan akan lupa. Jadi, gunakan kegiatan ini semaksimal mungkin, belajarlah bersungguh-sungguh, nanti saya yang belajar dari anda semua. Semoga 2 hari menempa diri di sini menjadikan kita semakin lebih baik, karena masalah sesungguhnya ada di mana-mana, bukan hanya di kantor," kata bupati memberi semangat.

(Cr7/Tribun-Medan.com

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved