Kumpulan Doa
Dua Macam Bacaan Doa Iftitah yang Berbeda, Buya Yahya Jelaskan Hukumnya yang Benar
Bacaan Sholat yang penting diamalkan di antaranya Doa Iftitah. Terdapat dua macam
TRIBUN-MEDAN.com - Bacaan Sholat yang penting diamalkan di antaranya Doa Iftitah.
Terdapat dua macam bacaan doa Iftitah yang umum diamalkan umat Islam.
Dalam shalat terdapat bacaan yang hukumnya sunnah dilakukan, selain bacaan yang wajib dilakukan, termasuk doa Iftitah.
Buya Yahya menjelaskan doa Iftitah yang benar berdasarkan riwayat hadist.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah mengungkapkan bacaan yang benar dari yang selama ini diperdebatkan dalam membaca doa Iftitah.
Doa Iftitah dibaca setelah Takbiratul Ihram dan sebelum Surah Al-Fatihah, hukumnya sunnah.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Arafah, Amalan Dahsyat Penggugur Dosa Setahun Lalu dan Akan Datang
Ada beberapa jenis doa Iftitah yang diamalkan umat muslim, diperbolehkan memilih yang mana saja untuk dibaca.
Buya Yahya menjelaskan dalam mazhab Imam Syafii membaca doa Iftitah adalah sunnah.
Doa Iftitah 1
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”
Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”
Baca juga: Bacaan Niat Kurban untuk Diri Sendiri dan Orang Lain, Lengkap Hukum Kurban Patungan
Baca juga: VIRAL Nikah Cuma Tiga Hari, Wanita Cantik Ini Ditinggal Suami Cerai, Dalangnya Tabiat Jelek Mertua
Doa Iftitah 2
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kekuatan-Doa-dan-Al-Quran.jpg)