News Video

Rumah Karya Indonesia Menargetkan Desa Meat Miliki Festival 1000 Tenda Kaldera Toba

Rumah Karya Indonesia (RKI) kembali mengadakan Festival 1000 Tenda Kaldera Toba 2022 yang berlokasi di Desa Meat, Kabupaten Toba

Penulis: Abdan Syakuro | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Rumah Karya Indonesia (RKI) kembali mengadakan Festival 1000 Tenda Kaldera Toba 2022 yang berlokasi di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sabtu (25/6/2022).

Rumah Karya Indonesia (RKI) adalah sebuah komunitas anak muda yang masih eksis mengembangkan Danau Toba dari sisi kegiatan kreatif seperti Festival 1000 Tenda Kaldera Toba.

Festival ini berlangsung dari tanggal 24-26 Juni 2022, bertujuan untuk memperkenalkan Desa Meat sebagai destinasi wisata baru di Kawasan Danau Toba dan upaya menggerakkan perekonomian desa melalui kegiatan kepariwisataan.

Founder Festival 1000 Tenda Kaldera Toba Tumpak Winmark Hutabarat menuturkan RKI memang diisi oleh para seniman awalnya, bagaimana kita bisa menghadirkan pertunjukkan tapi yang menikmati pertunjukkan ini tidak lingkungan itu lagi.

"Tapi apa, sudah orang lebih luas. Nah, karena kita punya Danau Toba yang sangat indah kenapa kita tidak melibatkan anak muda yang suka alam, pecinta alam, suka traveling, backpacker-backpacker. Nah, ini yang perlu kita kombinasikan, karena apa, ketika ini menjadi kolaborasi multi pihak, multi stakeholder, justru orang akan merasa memiliki terhadap event itu," kata Tumpak.

Ia mengatakan sebenarnya kan fokus kita paska Festival 1000 Tenda Kaldera Toba 2022 itu adalah lebih kepada pendampingan masyarakat lokal disini, karena ini tidak terputus hanya di event.

"Kita juga kan dah empat tahun disini membuat residensi, mulai dari koreographer, penata tari dan musik. Kemudian akhirnya dari sini juga di 2019 dampak dari kegiatan kita justru lahir lah sanggar disini namanya Sanggar Sundut Meat Nabisuk," ucap Tumpak.

Tumpak mengaku akhirnya sanggar ini juga kita libatkan dalam proses pelatihan-pelatihan. Kenapa, semua kan harus bareng-bareng nih naik kelasnya, bareng-bareng upgrade-nya, tidak hanya kita sebagai penyelenggara, generasi-generasi SMP sampai Mahasiswa ikut kita dorong.

"Karena apa bayangan saya, saya sebagai Inisiator dan Founder Festival 1000 Tenda Kaldera Toba mengatakan bahwa setelah lima tahun Festival 1000 Tenda Kaldera Toba harus menjadi milik masyarakat, jadi kita hanya mensupervisi, setelah lima tahun itu," kata Tumpak.

Ia mengatakan mereka yang harus melanjutkan itu, karena ini adalah desa mereka, kampung mereka, tanah kelahiran mereka.

"Ya mereka yang harus juga melanjutkan bagaian dibentuk lebih baik lagi. Dan itu mulai terlihat, tahun lalu mereka dah buat Festival mereka sendiri, namanya Meat Culture Festival," tutup Tumpak.

(cr15/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved