Wabah PMK

Soal Ganti Rugi Rp 10 Juta Ternak yang Terpapar PMK, Kadis Ketapang Simalungun Bilang Begini

Kadis Ketapang Pemkab Simalungun angkat bicara soal ganti rugi Rp 10 juta terhadap ternak terpapar PMK

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI
26 ekor sapi milik Satria warga Desa Buntu Pane, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan terkena wabah PMK yang mengakibatkan harga jual menurun saat Idul Adha mendatang, Senin(13/6/2022). (Alif Alqadri Harahap / Tribun-Medan.com). 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun hingga kini belum menerima instruksi dari pemerintah pusat terkait program ganti rugi Rp 10 juta terhadap ternak yang  terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dinas masih menunggu arahan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat, khususnya Kemenko Perekonomian yang menyebutkan wacana tersebut.

Kepala Dinas Ketapang, Perikanan, dan Peternakan Robert Pangaribuan menyampaikan, sejauh ini pihaknya hanya mendengar program ganti rugi dari pemberitaan yang masif belakangan hari. 

Baca juga: JUMLAH Hewan Terpapar PMK hanya Satu Persen, Polda Sumut Tunggu Instruksi Mendagri soal Lockdown

“Maaf baru sampai di rumah dari Kecamatan Ujung Padang. Terkait PMK, belum ada informasi dari kementerian tentang potong paksa akan diganti rugi,” katanya, Minggu (26/6/2022).

Sejauh ini, Bupati Simalungun hanya menerbitkan SE bernomor 524/309.1/9.4/2022 per tanggal 11 Mei 2022 tentang pencegahan PMK.

Dalam surat itu, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan masih sebatas mengawasi kegiatan penjualan atau pergerakan hewan ternak dengan ketentuan —paling lama 3 hari sebelum memberangkatkan hewan ternak harus melaporkannya ke lurah/Pangulu/Nagori dan camat setempat.

Baca juga: Sebaran PMK di Indonesia, 11 Provinsi Zona Merah, Ini Daerah Hewan Ternak Paling Banyak Terinfeksi

Dalam surat itu, pemilik hewan ternak harus memiliki data yang berisi KTP, jenis dan jumlah ternak. Kemudian tujuan pengiriman dan tanggal keberangkatan.

Pemeriksaan hewan ternak tersebut disaksikan otoritas pemerintah daerah setempat.

Kondisi terkini, para peternak sapi di Kecamatan Gunung Malela juga mulai merasakan beban cukup parah.

Di daerah ini, peternak berjumlah sekitar 16 orang terpaksa mengakali vaksin PMK yang belum mereka terima.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved