PON

Dua Tahun Lagi Jadi Tuan Rumah PON, Mantan Atlet Nasional Soroti Kinerja KONI Sumut

Namun para mantan atlet nasional asal Sumut menilai pergerakan masih cukup lambat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Ayu Prasandi
HO
Ketua umum Koni Sumut Jhon Ismadi Lubis (dua-kanan) bersama Ketum KONI Medan Edy, beberapa waktu lalu. Mantan atlet nasional asal Sumut soroti kinerja KONI Sumut jelang PON 2024. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh dan Sumatrea Utara sudah menyisakan persiapan dua tahun lagi.

Namun para mantan atlet nasional asal Sumut menilai pergerakan masih cukup lambat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut.

Hal itu disampaikan Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI). Menurutnya sudah saatnya KONI Sumut bergerak cepat untuk menyongsong gelaran multieven olahraga empat tahunan itu.

Baca juga: Kapolresta Deli Serdang Terima Audiensi Ketua KONI Deli Serdang

"KONI bergerak lambat. Ada hal-hal yang tidak memerlukan anggaran. Tapi tidak dilakukan KONI. Ada pengprov-pengprov yang kisruh tapi tidak cepat diselesaikan.

Hal itu bisa memengaruhi prestasi. Kalau hal itu sudah selesai, mereka bisa membina dengan lebih fokus gak diganggu persoalan internal lagi," kata Ketua IANI Sumut, Lamhot Simamora didampingi Sekretaris Eka Wirawan Siregar, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya mencapai target 5 besar PON adalah harga mati bagi Sumut setelah babak belur di Papua. Apalagi saat ini Sumut adalah tuan rumah bersama Aceh.

"Sumut paling gak kita tuan rumah 5 besar. Ini marwah tuan rumah. Tapi program KONI yang malah kurang gerak cepat.

Menunggu anggaran. Oke APBD belum keluar, tapi harus jemput bola. Harus banyak membuat try out untuk atlet yang sudah pelatda, ada promosi degradasi di situ, kalau atletnya gak mampu ini akan dilakukan KONI. Tempo dua tahun gak segampang itu," tambahnya.

Apalagi banyaknya kisruh pengprov cabor yang bermasalah. Seperti renang, tinju, bulu tangkis hingga teranyar tenis.

"Aceh sudah gerak cepat. Di Papua kita di bawah Aceh. DKI, Jawa Barat, Jatim kita berat. Palembang juga serius. Kalau gak sanggup bisa sinergi. Kita mantan-mantan atlet bisa kasih masukan," bebernya.

Baca juga: Alamat Kantor KONI yang Ada di Kabupaten/Kota Se Sumatera Utara

Banyak lumbung cabor lumbung medali kini tertidur dan sibuk dengan dualisme kepengurusan. Ia juga mengingatkan para pemimpin Pengprov cabor untuk serius.

"Renang itu lumbung medali, ada tinju juga. Dulu kalau lawan sudah diundi jumpa Sumut pasti gemetar. Sekarang biasa saja. Soal waktu kalau giat pasti cukup, tapi jangan nunggu bola.

Kalau serius pengprov-pengprov bisa. Pimpinan pengprov harus berkorban dan siap untuk membuat try out atlet-atlet dia. Jangan hanya andalkan uang dari APBD KONI.

Kalau di cabor tinju bisa kirim ke Thailand karena memang ke Kuba kan mahal. Mereka sering buat even kok," tambah mantan juara OPBF ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved