Breaking News:

Sidang Kurir Narkoba

Hanya Karena Uang Rp 900 Ribu, Warga Tanjungbalai Dituntut Hukuman Mati

Seorang lelaki warga asal Kota Tanjunbalai dituntut hukuman mati hanya karena uang Rp 900 ribu

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Iswandi Siahaan alias Wandi warga Jalan Spori-pori Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (28/6/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Iswandi Siahaan alias Wandi dituntut hukuman mati hanya karena uang Rp 900 ribu.

Warga Jalan Spori-pori, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai ini dituntut hukuman mati karena nekat menjadi kurir narkoba.

Tidak tanggung-tanggung, narkoba yang dibawa Wandi beratnya mencapai 25 kilogram. 

"Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan agar menjatuhkan terdakwa Iswandi Siahaan dengan pidana mati," kata Jaksa penuntut umum (JPU) Liani Elisa Pinem, di hadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Kadir, Selasa (2/6/2022).

JPU menuturkan, adapun hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas tindak pidana narkotika.

Baca juga: Kejaksaan Bakal Terapkan Keadilan Restoratif Bagi Pengguna Narkoba, Begini Penjelasan Jaksa Agung

"Hal meringankan tidak ditemukan pada diri terdakwa," ujarnya

JPU menilai bahwa terdakwa telah memenuhi unsur bersalah dan melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Usai mendengar tuntutan dari jaksa Ketua majelis hakim Abdul Kadir selanjutnya menunda persidangan untuk dilanjutkan kembali pada pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi).

Baca juga: Luncurkan Program Bersinar, Plt Wali Kota Tanjungabalai: Koordinasi dengan BNNK Bersihkan Narkoba

Sementara itu, JPU Fransiska Panggabean dalam berkas dakwaan menyebutkan, perkara itu bermula pada 19 Maret 2022, saat terdakwa di di SPBU Arteri Jalan Arteri Kelurahan Sirantau Datuk Bandar Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai.

"Sekira pukul 10.00 WIB terdakwa dihubungi oleh Asro alias Sapuluh (dalam lidik) dan menawarkan pekerjaan kepada terdakwa untuk membawa narkotika jenis sabu menuju Medan dan terdakwa menyetujuinya," kata JPU Fransiska dihadapan Hakim Ketua Jarihat Simarmata.

Kemudian, sekira pukul 18.30, terdakwa dihubungi oleh Mr. X (dalam lidik) yang merupakan teman Asro dan menanyakan tawaran pekerjaan tersebut.

Baca juga: Pengedar Sabu, Satpam Bank Ditangkap Narkoba Polres Labuhanbatu

Terdakwa lalu diminta Asro untuk datang ke rumahnya di Jalan Sei Lendir Kecamatan Sungai Payang Kabupaten Asahan dan sekira pukul 21.00 dan terdakwa diberikan uang Rp 900 ribu untuk menyewa kendaraan dan uang jalan untuk mengantarkan narkotika jenis sabu ke Medan.

Singkat cerita, terdakwa menjemput narkotika jenis sabu di Jalan Tangkahan Pasir Kelurahan Seil Lendir Kecamatan Sungai Payang dan sekira pukul 22.00 Wib.

Di sana, teman terdakwa sudah menunggu dan kemudian memasukkan tiga buah karung goni berbagai merek yang berisikan narkotika jenis sabu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved