Breaking News:

Penjual Rokok Ilegal

Matius Tarigan, Penjual Rokok Ilegal Menangis saat Hakim Immanuel Tarigan Minta Dia Dipenjarakan

Matius Tarigan tak menyangka jika hakim Immanuel Tarigan akan memenjarakan dirinya dalam perkara rokok ilegal

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Matius Tarigan, penjual rokok ilegal menangis begitu hakim Immanuel Tarigan meminta jaksa memenjarakan dirinya 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Matius Tarigan, terdakwa penjual rokok ilegal syok dan menangis setelah hakim Immanuel Tarigan memerintahkan agar dirinya untuk ditahan.

Mulanya, Matius Tarigan tidak ditahan jaksa penuntut umum (JPU), meski bertindak sebagai penjual rokok ilegal tanpa cukai.

Karena hakim Immanuel Tarigan menganggap bahwa penjual rokok ilegal ini melanggar pidana, hakim lantas memerintahkan JPU untuk menahan Matius Tarigan.

"Hari ini kami akan menahanmu, jadi enggak usah pulang lagi hari ini," kata hakim Immanuel Tarigan, Selasa (28/6/2022).

 

 

Mendengar perintah itu, mimik wajah Matius Tarigan mendadak berubah pucat.

"Saudara dalam dakwaan jaksa masalah cukai rokok, apabila terbukti pidananya penjara, disamping itu ada pula pidana denda," ujar hakim Immanuel Tarigan.

Karena sadar dirinya akan dipenjara, Matius Tarigan langsung memelas sambil menangis. 

"Tolong jangan ditahan pak, saya sebenarnya enggak ngerti pak. Soalnya saya cuma menjualkan, kata kawan saya enggak masalah ini," katanya sembari menangis.

Menjawab hal itu, hakim Immanuel Tarigan mengatakan pada Matius Tarigan, bahwa dia terancam 10 tahun penjara, sehingga harus dilakukan penahanan.

Selain itu, hakim juga menyentil JPU, kenapa tidak menahan Matius Tarigan

 

 

"Ini kejahatan serius, yang jelas yang saudara jual itu rokok yang tidak dilengkapi dengan cukai rokok dan itu ancamannya 10 tahun. Jadi saudara jalani dulu masa penahanan 30 hari mulai hari ini. Tanda tanya juga ini ke penyidik, kenapa saudara tidak ditahan," sentil hakim.

Dalam dakwaan JPU Rahmi Shafrina disebutkan, kasus yang mendera Matius Tarigan ini bermula pada Kamis, 10 Mei 2021 lalu.

Saat itu petugas kepolisian dari Dit Reskrimsus Polda Sumut menerima informasi bahwa Matius Tarigan adalah pedagang rokok ilegal.

Adapun rokok yang dijual bermerk Luffman dan Luckyman.

Kedua merk rokok ini tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

 

 

"Kemudian sekira pukul 08.30 WIB, tim Dit Reskrimsus Polda Sumut memeriksa rumah terdakwa di Jalan Suka Dame, Dusun 2, Desa Salam Tani, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang. Pemeriksaan disaksikan oleh Sovia Oktalia Br Ginting (istri tersangka) dan saksi Jonson Tarigan (Kepala Desa SalamTani)," ujar jaksa.

Saat itu, petugas Dit Reskrimsus Polda Sumut menemukan barang bukti berupa 50 slop rokok merk Luffman merah, 54 slop rokok merek Luffman silver, 345 slop rokok merek Luckyman merah dan 7 slop rokok merek Luckyman silver.

"Selanjutnya tim dari Dit Reskrimsus Polda Sumut mengintrogasi Sovia, dan mengatakan bahwa rokok-rokok tersebut milik terdakwa," kata jaksa.

Saat diintrogasi, terdakwa menerangkan bahwa rokok tersebut diperoleh dari Dedi (dalam lidik), dan untuk rokok dengan merk Luffman terdakwa beli dengan harga Rp 68.000/slop, dan rokok merk Luckyman terdakwa beli dengan harga Rp 65.000, rokok merk Luffman dan rokok merk Luckyman akan terdakwa jual seharga Rp 75.000.

 

 

"Terdakwa telah memperdagangkan barang yang tidak  memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan berupa rokok merk Luffman dan rokok merk Luckyman lebih kurang 5 bulan," beber jaksa.

"Berdasarkan keterangan ahli dalam perkara ini menerangkan bahwa rokok dengan merk Luckyman dan Luffman tersebut tidak dapat diedarkan dan/atau diperdagangkan, karena sebelum diedarkan seharusnya setiap produk rokok harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan," urai JPU.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar  Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved