Breaking News:

Penembakan Pendeta

INILAH Sosok Pelaku Penembakan Pendeta di Deliserdang, Motifnya Terungkap

Barang bukti berupa senapan angin jenis Gejluk dengan merk dagang Aerogun yang digunakan pelaku untuk menembak korban juga diperlihatkan saat itu. 

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Royandi Hutasoit
Indra Sipahutar / Tribun Medan
Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji menunjukkan senapan angin yang digunakan pelaku untuk menembak korban Sabtu, (2/7/2022).  

TRIBUN-MEDAN.com,DELISERDANG - Polresta Deliserdang akhirnya berhasil mengungkap kasus penembakan atau percobaan pembunuhan serta penganiayaan berat terhadap pendeta Fernando Tambunan (41) warga yang tinggal di komplek perumahan Victoryland Desa Jaharun A Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang.

Pengungkapannya kurang dari 4 hari saja. Polisi pun memperlihatkan sosok pelaku dihadapan awak media Sabtu, (2/7/2022) yang berinisial ZS warga Desa Jaharun B Kecamatan Galang.

Barang bukti berupa senapan angin jenis Gejluk dengan merk dagang Aerogun yang digunakan pelaku untuk menembak korban juga diperlihatkan saat itu. 

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji menyebut kalau pelaku punya rasa sakit hati dengan korban.

Disebut pelaku ZS dendam karena korban menolak uang kutipan Rp 50 ribu untuk jaga malam dan kebersihan di komplek perumahan tempatnya tinggal.

Disebut korban sempat mengatakan tidak ada tanggungjawab pelaku untuk menjaga perumahan. 

"Sehingga pelaku teringat terus atas penolakan dan perkataan korban. Ia merasa geram dan emosi sehingga mau membuat pelajaran terhadap korban," kata Irsan. 

Disebut momen penembakan tidak terlepas karena pelaku sempat ada bertengkar dengan istrinya di rumah.

Pada 27 Juni itu, karena emosi ia pun menjadi teringat atas penolakan kutipan uang jaga mam dan kebersihan.

Ketika itu ia pelaku mengambil senapan angin yang digantung di ruang tamu dan membawanya ke Kandang Lembu serta meletakkan senapan angin dan peluru sebanyak 3 butir yang disimpan didalam kantong plastik.

Disela-sela pohon pisang dekat Kandang Lembu tersebut, kemudian Pelaku pulang kembali ke rumah untuk tidur siang.

"Baru dihari Senin itu juga sekira pukul 20.00 WIB pelaku menuju tempat penyimpanan senapan angin. Setelah mengisi peluru timah sebanyak satu buah ke dalam selongsong senapan angin, dan sisanya dimasukkan kedalam kantong celana, dengan berjalan kaki menuju lokasi jaga malam dan berhenti sebentar merokok. Dari lokasi jaga malam berjalan melalui tanah kosong melewati kebun kelapa sawit masyarakat, dan berhenti di perbukitan," kata Irsan. 

Saat mengamati korban, lanjut Irsan, pelaku sempat merokok sebentar sambil melihat situasi di lokasi.

Puntung rokok ini pun sempat ditemukan saat polisi melakukan olah TKP. Kemudian pelaku pun mengokang senapan angin sebanyak satu kali. 

"lalu membidik ke arah korban yang sedang duduk di teras rumahnya. Disaat korban sudah menghadap ke arahnya pelaku berdiri sambil membidik bagian lengan tangan sebelah kanan dan menembakkannya. Setelah kena bagian dada pelaku pun kabur meninggalkan lokasi kejadian dan pulang ke rumah untuk tidur," ucap Irsan Sinuhaji. 

Atas perbuatannya ini polisi pun menjerat pelaku dengan pasal 340 Jo pasal 53 dan pasal 353 ayat 2 subsider pasal 351 ayat 2 dengan ancaman penjara lebih dari 10 tahun.

(dra/tribun-medan.com). 
 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved