Breaking News:

Berita Nasional

Besok, Lili Pintauli Bakal Jalani Sidang Etik, Kasus Dugaan Gratifikasi Nonton MotoGP Mandalika

Wakil Ketua Komisi Pemberatantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar akan menjalani sidang etik, Selasa (5/7/2022) besok.

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli.(TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI) 

TRIBUN-MRDAN.com - Wakil Ketua Komisi Pemberatantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar akan menjalani sidang etik, Selasa (5/7/2022) besok.

Lili Pintauli menjalani sidang etik terkait dugaan gratifikasi berupa penerimaan akomodasi dan tiket menonton MotoGP 2022 di Mandalika beberapa waktu lalu.

Dewan Pengawas (Dewas) KPK menyebut sidang etik Lili Pintauli akan berlangsung secara tertutup.

Baca juga: Pimpinan KPK Ini Dikabarkan Mengundurkan Diri, Ali Fikri: Masih Konsentrasi Jalankan Tugas

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris menjelaskan, aturan sidang etik itu telah diatur dalam Peraturan Dewas KPK (Perdewas) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Persidangan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Dalam Pasal 8 Ayat 1 disebutkan bahwa "Majelis menyidangkan dugaan pelanggaran kode etik secara tertutup, kecuali pembacaan putusan yang dilakukan secara terbuka"

"Ya sesuai peraturan Dewas, sidang etik dilakukan secara tertutup, kecuali sidang pembacaan putusan dilakukan secara terbuka," ujar Syamsuddin dikutip dari Kompas.com, Senin (4/7/2022).

Terkait dugaan pelanggaran etik ini, Dewas KPK juga telah menerima keterangan tertulis berisi tambahan informasi dari Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati.

Informasi dari Dirut PT Pertamina itu menjadi pelengkap keterangan yang dibutuhkan Dewas untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik oleh Lili Pintauli.

Lili dilaporkan ke Dewas KPK terkait dugaan menerima gratifikasi berupa akomodasi hotel hingga tiket menonton MotoGP Mandalika dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Melansir Kompas.com, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyarankan Lili Pintauli Siregar untuk mundur dari jabatannya.

Sebab, Lili Pintauli bakal kehilangan uang pensiun dan tunjangan lainnya jika akhirnya dipecat.

"Mestinya saat ini juga LPS (Lili Pintauli Siregar) mundur. Dengan mundur, maka tidak perlu lagi sidang dewan etik, sehingga hemat waktu," ujar Boyamin kepada Kompas.com, Rabu (29/6/2022).

"Jika LPS bersedia mundur, maka tidak perlu ada sanksi berat misal pemecatan. Sehingga, LPS masih berhak menerima uang pensiun dan tunjangan lain-lain," ucapnya.

Baca juga: KABAR TERKINI Nasib Lili Pintauli dari Dewas KPK, Kasus Dugaan Gratifikasi Nonton MotoGP Mandalika

Boyamin berpendapat, mundurnya mantan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu dianggap bisa menjaga marwah KPK.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved