Breaking News:

Berita Medan

Didakwa Korupsikan Uang Makan dan Minum Warga Binaan Sosial, Eks Kepala UPT Kusta Sicanang Diadili

Tidak hanya seorang diri, dalam perkara tersebut Andreas Sihite selaku Direktur CV Gideon Sakti (berkas terpisah) juga turut diadili.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Didakwa korupsi biaya makan dan minuman untuk Warga Binaan Sosial (WBS), mantan Kepala UPT Pelayanan Sosial Eks Kusta Dinas Sosial Belidahan-Sicanang, Dra. Christina Br Purba diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (4/7/2022).

Tidak hanya seorang diri, dalam perkara tersebut Andreas Sihite selaku Direktur CV Gideon Sakti (berkas terpisah) juga turut diadili.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aisyah dalam dakwaannya menuturkan, bahwa kedua terdakwa diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 875 juta lebih.

Baca juga: DR TENGKU GITA AISYARITHA Kembali Diadili, PN Medan Mendadak Banjir Papan Bunga

Dikatakan JPU, bahwa Terdakwa Christina selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Terdakwa Andreas Sihite Andreas Sihite selaku Direktur CV Gideon Sakti selaku penyedia makanan dan minuman untuk WBS pada periode Mei hingga Desember 2018 dan periode yang sama di Tahun Anggaran (TA) 2019 didakwa bersama–sama mengurangi kuantitas makanan dan minuman untuk WBS periode Mei-Desember Desember 2018 dan periode yang sama Tahun Anggaran ( TA) 2019.

"Tahun 2018 UPT Pelayanan Sosial Eks Kusta Dinas Sosial Belidahan-Sicanang mendapatkan anggaran dari Pemprovsu sebesar Rp.4.062.450.000,- untuk kegiatan Pengadaan Bahan Makanan dan Minuman untuk WBS," kata JPU.

Selanjutnya Januari 2018 Terdakwa Christina yang merupakan warga Jalan Bunga Ester Medan Selayang memerintahkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)  Timbang Lumban Raja, untuk membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK), Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan spesifikasi teknis.

Terdakwa Christina  juga memerintahkan  Albine Sidabutar staf UPT untuk melakukan Survey Pasar sesuai Surat Perintah Tugas Nomor  460/48C/2018 tertanggal 08 Januari 2018 untuk melakukan penunjukan langsung (PL) terhadap pengadaan bahan makanan dan minuman untuk warga binaan sosial (WBS) UPT Pelayanan Sosial Eks Kusta Dinas Sosial Belidahan-Sicanang.

"Kemudian, tanggal 2  hingga 16 April 2018 dilaksanakan tender kegiatan Pengadaan Bahan Makanan dan Minuman untuk WBS," ujar jaksa.

Namun  sejak  Januari  hingga April 2018 telah pula dilakukan Penunjukan Langsung ( PL) sehingga Nilai Total HPS berubah menjadi Rp 2.708.255.056.

Menurut JPU, Ada 34 perusahaan yang mendaftar untuk mengikuti lelang Pengadaan Bahan Makanan dan Minuman untuk WBS tersebut, namun yang memasukkan dokumen penawaran hanya  2 perusahaan saja yakni CV. Bonaventura Jaya dan CV. Gideon Sakti.

Faktanya,  kedua CV tersebut memiliki kemiripan, kesamaan dan adanya surat dukungan yang tidak sesuai dan tidak valid kebenarannya.Namun begitu, terdakwa Christina tetap menetapkan CV Gideon Sakti ( Terdakwa Andreas Sihite Direkturnya) sebagai penenang lelang.

Baca juga: Larikan Uang Miliaran Modus Pengadaan Baju di Mabes TNI, Pelaku Diduga Pura-pura Hilang di Laut

"Semula,Terdakwa  Christina memerintahkan Timbang Lumban Raja selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk melaksanakan dan mengendalikan kegiatan pembagian bahan makanan," kata JPU.

Tapi nyatanya,  Timbang Lumban Raja tidak melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya selaku PPTK dengan alasan sakit.

Begitu juga, dokumen-dokumen seperti Berita Acara Pemeriksaan dan Penerimaan Hasil Pekerjaan Pengadaan Barang, Berita Acara Perhitungan Volume Pekerjaan, Kwitansi (tanda pembayaran), Surat Permintaan Pembayaran Langsung Barang dan Jasa (SPP-LS Barang dan Jasa), Surat Permintaan Pembayaran yang ditandatangani atas nama  Timbang Lumban Raja, namun sebenarnya bukanlah tanda tangan asli Timbang Lumban Raja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved