Breaking News:

Gaji ke 13

Pemkab Deliserdang Belum Cairkan Gaji ke 13, Para ASN: Kita Juga Mau Beli Kebutuhan Anak Sekolah

Pemerintah Kabupaten Deliserdang belum mencairkan gaji ke 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Tommy Simatupang
VIA KOMPAS.COM
PNS atau ASN. Para ASN di Pemkab Deliserdang menunggu pencairana gaji ke - 13. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Pemerintah Kabupaten Deliserdang belum mencairkan gaji ke 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Senin (4/7/2022).

Sejumlah pegawai mulai harap-harap cemas. Lantaran di beberapa daerah lain sudah mencairkan gaji ke 13.

"Ntah kapan cairnya, ya pasti nunggu-nunggu jugalah. Kita jugakan mau beli kebutuhan anak sekolah. Gaji ke 13 inikan dikeluarkan untuk kebutuhan anak sekolah,"ucap salah satu ASN di sekretariat Daerah Kabupaten Deliserdang yang tidak ingin namanya disebutkan, Senin (4/7/2022).

Beberapa ASN disebut saat ini sudah mau memasuki tahun ajaran baru sekolah.

Karena itu sebagai orangtua juga ingin membelikan berbagai peralatan kebutuhan anak, seperti seragam baru, tas, sepatu dan lain-lain. Biaya masuk sekolah juga ikut disinggung para ASN.

"Kalau anaknya yang masuk sekolah ya untuk kebutuhan sekolah. Yang mau masuk kuliah ya untuk kuliah. Mau daftar itu jugakan pakai biaya apalagi yang mau masuk swasta. Kita juga belum tau kapan cairnya ini. Setau kami belum ada yang cair satu pun OPD,"kata ASN di Sekretariat DPRD Deliserdang.

Pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kabupaten Deliserdang membenarkan kalau saat ini belum ada ASN ataupun PPPK yang sudah menerima pencairan gaji ke-13.

Kepala BPKA, Baginda Thomas Harahap menyebutkan sedang melakukan proses.

Diakui belum semua Perangkat Daerah sudah memasukkan permohonan pembayaran.

"Ya siapa yang masuk kita bayar. Sudah bisa sebenarnya. Berkas pengajuan pembayaran dari OPD itukan mereka yang ngirim ke tempat kita,"kata Baginda.

Diakui dari 53 Organisasi Perangkat Daerah yang ada belum separuhnya yang memasukkan permohonan ke tempatnya.

Disebut untuk besaran gaji ke 13 tahun ini sudah dialokasikan anggaran hampir Rp 60 Miliar. Hingga kini ia pun mengaku masih menunggu berkas dari perangkat daerah lain.

"Kita inikan namanya BUD (Bendahara Umum Daerah). Kita cuma mentransfer saja. Kalau nggak ada yang memerintahkan bayar mana mungkin kami bayar, tidak boleh. Syaratnya jugakan harus gajian dulu untuk bulan Juli dan sudah gajian hari Jumat lalu, besok mulai cairlah,"kata Baginda.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved