Mafia Tanah

CARI KEADILAN, Kakek di Sidikalang Tanahnya Diduga Dirampas Mafia Tanah

Seorang kakek di Sidikalang tengah mencari keadilan, karena tanahnya diduga dirampas oleh mafia tanah

TRIBUN MEDAN/ALVI SYAHRIN
Alipsan Sagala (72) seorang kakek asal Sidikalang yang tanahnya dijual oleh seseorang. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIDIKALANG - Seorang kakek bernama Alipsan Sagala saat ini tengah cari keadilan, karena tanah miliknya diduga dirampas mafia tanah.

Adapun lahan yang diduga dirampas mafia tanah itu seluas 25 x 15 meter.

Menurut Alipsan (75), yang sekarang tinggal di Jalan Air Bersih ,Kelurahan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, tanah yang kini diduga dirampas mafia tanah itu berada di Gang Centrum Jalan Air Bersih.

Sebenarnya, tanah tersebut sudah ia miliki sejak tahun 1975. 

Baca juga: Geruduk Kantor BPN Sumut, Petani Tuding Ada Mafia Tanah Di Lahan Mereka

Pada akhir tahun 2020, ia baru tahu bahwa tanah miliknya ternyata sudah dijual oleh seseorang. 

"Saya tanya, kenapa itu dirusak? Lalu katanya tanah ini sudah dijual. Lalu saya tanya siapa namamu, katanya Umar Angkat," ujar Alipsan, saat dijumpai Tribun-medan.com, Selasa (5/7/2022).

Diketahui, tanah tersebut dijual oleh seseorang yang bernama Alwi Junaidi Angkat, kepada Toni Lumban Gaol, dan ditanda tangani oleh Lurah Sidiangkat, Mawardi S Tumanggor.

Hingga kini, berbagai upaya dalam menyelesaikan masalah tersebut tidak membuahkan hasil. Termasuk salah satunya yakni mediasi antara pihak yang diduga mafia tanah, dengan Alipsan Sagala.

Baca juga: Kasus Mafia Tanah, Mantan Kepala BPN Langkat Kembali Diperiksa Kejati Sumut

Sementara itu, Kuasa hukum Alipsan, Dedi Kurniawan Angkat menyatakan akan menggugat para pembeli dan penjual tanah tersebut ke Pengadilan Negeri Sidikalang.

"Dalam gugatan yang akan dilayangkan ke Pengadilan Negeri Dairi nantinya. Toni Lumban Gaol selaku pembeli sebagai tergugat, Alwi Junaedi Angkat turut tergugat pertama, Sulang Silima Marga Angkat turut tergugat kedua dan Lurah Sidiangkat turut tergugat tiga. Karena Lurah Sidiangkat ikut menandatangani dan mengetahui surat penyerahan atau jual beli tanah," jelasnya.

Dedi juga menjelaskan bahwa kliennya juga pernah melaporkan kasus pengerusakan tanaman oleh Toni Lumban Gaol ke Polres Dairi degan Laporan Polisi  Nomor : LP/B/384/X/2021/SPKT/Polres Dairi/Polda Sumatera Utara tanggal 14 Oktober 2021.

Baca juga: Aksi Damai, Mahali Minta Kejati Usut Tuntas Kasus Mafia Tanah di Sumut

"Namun sampai sekarang tidak ada titik terang alias mengendap," terang Dedi.

Sementara itu Lurah Sidiangkat Mawardi S Tumangger saat akan dikonfirmasi tidak berada di Kantornya. Dari keterangan perangkatnya, pak lurah sedang melayat karena ada keluarganya yang meninggal.(Cr7/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved