Breaking News:

Hacker Rusia Bongkar Rahasia Ukraina

HACKER RUSIA Bongkar Rahasia Ukraina, Retas Ribuan Informasi Penting Intelijen Kiev

Ribuan data pribadi petugas intelijen Ukraina diretas oleh komunitas hacker Rusia. Data berhasil diperoleh akibat kelemahan Kiev dalam perlindungan.

Editor: M.Andimaz Kahfi

HACKER RUSIA Bongkar Rahasia Ukraina, Retas Ribuan Informasi Penting Intelijen Kiev

TRIBUN-MEDAN.COM - Ribuan data pribadi petugas intelijen Ukraina diretas oleh komunitas hacker Rusia.

Data tersebut didapat lantaran lemahnya perlindungan jaringan Direktorat Pusat Intelijen Utama di Pulau Rybalsky di Kiev.

Ribuan data karyawan Direktorat Intelijen Utama (GUR) militer Ukraina tersebut diterbitkan di sebuah domain publik.

Unggahan tersebut menjelaskan bahwa ini langkah awal mereka dalam serangkaian publikasi berkelanjutan nantinya.

Dicatat, data tersebut berhasil diperoleh akibat kelemahan dalam perlindungan jaringan Direktorat Pusat Intelijen Utama di Kiev.

Selain itu, keberhasilan metode untuk menganalisis data besar sesuai dengan pola karakteristik perilaku pengguna, membantu untuk membentuk basis data tersebut.

Ada beberapa data petugas intelijen yang diungkap, di antaranya yaitu:

Perwakilan dari kediaman kedutaan di Rusia, India, Austria, Vietnam, Afrika Selatan, Italia, Turki, Iran.

Termasuk juga dalam daftar adalah data kurator intelijen militer di Polandia, Hongaria, Bulgaria dan Slovakia.

Ini menjadi kebocoran data intelijen terbesar Ukraina sejak Rusia memulai invasinya.

Pada bulan Juni, kelompok peretas RaHDIt mempublikasikan data 700 karyawan Layanan Keamanan Ukraina.

Pada awal operasi khusus, kelompok ini secara bersamaan meretas semua 755 situs web pemerintah Ukraina.

Khususnya, situs web otoritas lokal di seluruh negeri turut menjadi sasaran serangan peretas.

Sebelumnya, Hacker RaHDIt menemukan adanya perselisihan antara kantor Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan Angkatan Bersenjata negaranya.

Ketidaksepakatan muncul antara kantor Presiden dengan komando militer itu bahkan sampai merujuk ke perilaku saling bermusuhan.

Adapun konflik yang terjadi itu diduga didorong karena adanya perbedaan pendapat dari kedua pihak.

(Tribun-Video.com/TribunWow.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved