Breaking News:

Ikan Guppy Medan Tembus Pasar Internasional, Ekspor ke Puluhan Negara Lain

Harahap mengirimkan sebanyak 30 pasang guppy atau 60 ekor dalam satu box dengan harga rata-rata USD 40 sampai USD 50.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
HO
Harahap Sidakkal, seorang pehobi yang kini menjadi pengekspor ikan hias guppy dari Kota Medan ke puluhan negara luar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masyarakat pecinta, pehobi, dan pembudi daya ikan guppy di Indonesia khususnya Kota Medan terus meningkat. Seperti halnya Harahap Sidakkal, pehobi sekaligus pembudidaya dari Kota Medan telah mampu menembus pasar internasional hingga mengekspor ke puluhan negara luar.

Kesuksesannya dalam budidaya ikan hias ia mulai sejak 2018 lalu. Ia tidak pernah menyangka bahwa hobinya menggemari dan memelihara guppy mampu menghasilkan secara finansial.

Ia juga tak menyangka, ternyata budidaya ikan hias memiliki peluang ekspor dan mampu menembus harga fantantis di pasar internasional.

Terlebih, Indonesia merupakan penghasil ikan guppy terbaik di dunia. Terkait hal ini, dikatakannya, hanya ada tiga negara saja yang penghasil guppy terbaik termasuk salah satunya Indonesia.

“Jadi saya berfikir bahwa sentranya ikan guppy ini sebenarnya kebanyakan genetiknya dari luar negeri tetapi justru pengembangannya berhasil di Indonesia. Dari karena awal hobi itu, saya berfikir begini karena memang dari Indonesia sentranya, kenapa tidak dialihkan lebih lanjut,” ujarnya kepada Tribun Medan, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Ekspor Sumut Meningkat 42,96 Persen Melalui Pelabuhan

Harahap yang awalnya berawal dari hobi namun ternyata memiliki kelanjutan untuk berhasil memiliki nilai lebih, dari hal inilah ia merasakan kepuasan tersendiri bahwa indikator produknya diterima.

Dikatakannya, produk (guppy) yang berhasil diterima oleh masyarakat luas juga tidak semudah itu untuk mampu menembus pasar internasional. Ia lebih dahulu menjajakannya di pasar lokal khususnya di Sumatra Utara dan lebih luas ke kota lainnya.

Terkait ekspor, ia menceritakan pengalaman pertamanya ketika mengekspor ke India pada tahun 2020. Pada kali pertama ekspor, pada masa itu merupakan awal masuknya pandemi Covid-19.

Sehingga ia sendiri sama sekali tidak percaya bahwa ia dapat mengekspor ke India. Pada saat itu seluruh negara sedang lockdown sehingga bagi masyarakat yang mendengarnya hal itu mustahil terjadi.

Sampai akhirnya, seluruh pesanan guppy dari salah satu pembeli di India tiba di kantor jasa eksportir ikan hias, Harahap melihat bahwa peluang ikan hias dari Indonesia sangat besar di pasar internasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved