Pupuk Subsidi untuk Memenuhi Kebutuhan Musim Tanam

Pupuk Indonesia menyalurkan dan menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Sergai sesuai dengan alokasi dan aturan yang berlaku.

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Manajemen Pupuk Indonesia dan Pemkab Serdangbedagai saat menyampaikan informasi terkait distribusi pupuk subsidi untuk kebutuhan musim tanam. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Pupuk Indonesia (Persero) sudah menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 14.409 ton di Kabupaten Sedang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara per 5 Juli 2022. Angka tersebut sudah mencapai 60 persen dari total alokasi tahun 2022 di wilayah tersebut yang berjumlah 24.184 ton.

VP Sales Region 1 Pupuk Indonesia, Taufiek mengatakan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dalam hal ini berpedoman pada Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian setempat.

“Pupuk Indonesia menyalurkan dan menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Sergai sesuai dengan alokasi dan aturan yang berlaku,” demikian ungkap Taufiek.

Sementara untuk realisasi penyaluran di Provinsi Sumatera Utara, Taufik mengatakan bahwa jumlahnya sudah mencapai 182.441 ton atau sudah 48 persen dari total alokasi yang berjumlah 382.650 ton.

Baca juga: Petani Sergai Keluhkan Kelangkaan Pupuk, Sementara 337 Ton Pupuk Subsidi Menumpuk di Gudang

Ada pun rinciannya untuk pupuk urea sudah disalurkan 90.496 ton, NPK sebanyak 60.991 ton, SP-36 sebanyak 10.108 ton, ZA sebanyak 10.836 ton, dan organik sebanyak 10.009 ton.

Lebih lanjut Taufiek menegaskan bahwa untuk mendapatkan pupuk subsidi, petani wajib mengikuti ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan). Ketentuan tersebut adalah, wajib tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal 2 hektare, dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk diinput pada sistem Elektronik RDKK (e-RDKK) oleh petugas penyuluh pertanian setempat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedy Iskandar, menyebutkan bahwa petani yang mengeluhkan pupuk subsidi beberapa hari lalu di Sergai adalah petani yang tidak terdaftar dalam E-RDKK.

“Untuk itu kami berharap kepada petani yang namanya belum terdaftar di E-RDKK segera mendaftarkan diri ke kelompok tani terdekat,” ujarnya kemarin, (5/7/2022).

Senada, salah satu distributor pupuk subsidi Bedagai Agro Sejati, Rismauli Nadeak, menyebutkan bahwa pupuk yang berada di gudang bukanlan penimbunan. Karena pupuk tersebut adalah stok untuk musim tanam semester kedua tahun 2022.

Karena berdasarkan Permendag No.15 Tahun 2013, Pupuk Indonesia sebagai produsen pupuk subsidi diwajibkan menyediakan stok minimal untuk kebutuhan alokasi dua minggu ke depan. Bahkan, jika dalam kondisi musim tanam stok minimal harus memenuhi untuk kebutuhan alokasi tiga minggu ke depan.

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved