Hewan Ternak Banyak yang Mati

Hewan Ternak di Kabupaten Sergai Banyak yang Mati, Tapi Bukan Karena PMK

Hewan ternak di Kabupaten Sergai banyak yang mati, tapi bukan karena penyakit mulut dan kuku

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI- Penyakit kuku dan mulut telah menjangkiti 1.000 lebih ternak di Kabupaten Serdang Bedagai.

Namun, sejauh ini tidak ada laporan ternak yang mati karena penyakit menular pada hewan tersebut. 

"Untuk penyakit PMK sampai saat ini telah menyebar hampir di seluruh kecamatan di Sergai dan sudah ada 1975 ternak. Namun sejauh ini tidak ada laporan ternak yang mati karena virus itu," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Serdang Bedagai, Andarias Ginting, Kamis (7/7/2022). 

Andarias mengatakan, penyebaran penyakit pada hewan di Kabupaten Sergai tidak hanya PMK saja, tetapi juga penyakit lumpy skin diseases (LSD). 

Baca juga: Terus Bertambah, Puluhan Ekor Sapi di Teluk Mengkudu Sergai Terkena LSD dan Diduga PMK

Perbedaan kedua virus itu, kata Andarias, terlihat dari segi penyebaran dan tingkat resiko kematian. 

"Kalau di Sergai selain PMK ada juga LSD, kalau PMK tingkat penyebarannya tinggi dan cepat namun resiko kematian pada ternak rendah. Kalau LSD, tingkat penyebarannya kecil, tapi risiko kematian tinggi," ujar dia. 

Lumpy skin diseses (LSD) adalah penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox.

Penyakit LSD menyerang hewan sapi, kerbau dan hewan ternak lainya. 

Baca juga: VIRUS LSD atau Kulit Berbenjol Serang Puluhan Sapi di Sergai, Belum Ada Obat dari Pemerintah

Meskipun tidak menular kepada manusia kata Andarias, penyakit LSD membuat ternak kehilangan nafsu makan kerusakan pada kulit hingga dapat membuat ternak mati.

"Kalau karena LSD itu ada ternak yang mati. Sejak tiga hingga empat bulan lalu ada sekitar belasan ternak mati sesuai laporan yang kita terima. Meski penyebarannya rendah tapi resiko kematian itu tinggi," kata dia. 

Penyebaran penyakit LSD dapat ditularkan oleh serangga penghisap darah, seperti nyamuk, caplak dan lalat. 

Selain itu kontak langsung antara hewan sakit dengan hewan yang sehat juga dapat menyebabkan penularan penyakit terjadi. 

Baca juga: RATUSAN Sapi Terkena Penyakit LSD di Sergai, Bupati Minta Jangan Panik dan Begini Cara Pemulihannya

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pada hewan, Pemkab Sergai pun membentuk satuan tugas di desa dan kecamatan.

Tugas satuan tugas tesebut adalah untukmembatasi pergerakan hewan dan juga mencatat ternak yang terpapar penyakit. 

Selain itu kata Andarias, pihaknya juga melakukan vaksinasi terhadap ternak yang terpapar penyakit baik PMK dan LSD

"Jadi untuk mengatasi penyakit ini kita atur lalu lintas hewan ke daerah lain karena sangat mempengaruhi penyebaran penyakit ke wilayah yang lebih luas," sebut dia. 

"Dengan  adanya satgas yang kita bentuk dari desa hingga kecamatan ini dapat membantu untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pada ternak ini," tutupnya. (cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved