Breaking News:

Pemkab Dairi

Hutan Lae Pondom Dirusak, Pemkab Dairi Bentuk Tim Gabungan TNI/Polri Seser Pelaku Ilegal Logging

Petugas yang turun ke lokasi tersebut melihat beberapa titik hutan lindung tersebut sudah gundul akibat ditebang oleh para perambah hutan

Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra | Editor: Satia
TRIBUN MEDAN/ALVI
Tim terpadu membongkar jembatan kayu yang digunakan para perambah hutan sebagai jalur akses keluar masuk di Hutan Lae Pondom Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Pemerintah Kabupaten Dairi membentuk tim terpadu terkait perambatan hutan Lae Pondom yang berada di Kecamatan Sumbul, Rabu (6/7/2022).

Tim terpadu yang terdiri dari Pemkab Dairi, Kejaksaan, TNI, Polri, Dinas Kehutanan turun ke lokasi dipimpin oleh Sekretaris tim terpadu Dairi Amper Nainggolan.

Petugas yang turun ke lokasi tersebut, melihat beberapa titik hutan lindung yang sudah gundul akibat ditebang oleh para perambah hutan yang akan dijadikan lahan perkebunan.

Ketika melakukan penyisiran, Tim terpadu mendapati lokasi perambahan hutan.

Setidaknya ada 4 titik yang ditinjau.

Pertama di perbatasan Dairi dengan Tanah Karo, Simpang Tiga menuju Silahisabungan, Simpang 3 Tanjung Beringin dan Dolok Tolong.

Dari lokasi di lapangan, petugas mendapati sebuah jembatan yang dibangun oleh para perambah hutan sebagai jalur akses keluar masuk. Tim pun kemudian membongkar jembatan yang terbuat dari kayu tersebut.

Tim terpadu juga menemukan tanaman yang siap segera ditanam dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan.

Selain itu, tim turut mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi d iantaranya tali dan pancang kayu digunakan perambahan hutan.

Amper Nainggolan saat dikonfirmasi mengatakan, kondisi hutan itu sudah sangat kritis dan mengkhawatirkan.

"Tindakan ini kita lakukan sebagai bentuk keprihatinan pemerintah dengan aksi perambahan hutan di kawasan Lae Pondom dan Hutan Dolok Tolong yang sudah kritis dan mengkhawatirkan maka perlu dilakukan penangan komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan pihak-pihak terkait," katanya.

Amper juga menjelaskan, kegiatan ini akan terus dilakukan sampai tidak ada lagi aksi perambahan hutan di Lae Pondom.
Amper pun meminta dukungan dari KPH XV Kabanjahe dan tim lain untuk bersama-sama mengawasi aksi perambahan hutan di Lae Pondom.

"Saya perlu sampaikan hutan Lae Pondom merupakan daerah tangkapan air untuk kecamatan Sumbul dan Danau Toba. Kita tidak ingin Danau Toba kita surut. Untuk tim terpadu akan berupaya untuk menjaga hutan ini," ujarnya.

Tindakan selanjutnya, tim terpadu akan melakukan inventarisasi lagi titik-titik koordinat mana saja hutan yang sudah dirambah. Kemudian tim terpadu akan kembali melakukan patroli gabungan.

"Ini akan terus kita lakukan. Sesuai arahan pak Bupati Eddy Berutu, meminta tim gabungan untuk terus menginventarisir hutan yang sudah dirambah dan sosialisasi stop perambahan hutan digencarkan," tandasnya.

(Cr7/Tribun-Medan.com

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved