Sosok Letkol Inf Dodiek Wardoyo

Mantan Komandan Yonif (Danyon) Raider Khusus 136/TS Letkol Dodiek Wardoyo Dipecat dan Dipenjara

Letnan Kolonel (Letkol) Inf Dodiek Wardoyo dipecaat dari dinas militer dan dipenjara dipenjara selama satu tahun enam bulan.

Editor: Abdi Tumanggor
kodam1-bukitbarisan.mil.id
POTRET SAAT PISAH SAMBUT Danyon Raider Khusus 136/TS: Letkol Inf Hasbul Hasyiek Lubis menyerahkan jabatan Komandan Batalyon (Danyon) Raider Khusus (RK) 136/Tuah Sakti (TS) kepada Letkol Inf Dodiek Wardoyo di Mako Yonif Raider Khusus 136/TS, Jalan Trans Barelang Batam, Kepulauan Riau, pada 13 Agustus 2020 lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COMLetnan Kolonel (Letkol) Inf Dodiek Wardoyo dipecaat dari dinas militer dan dipenjara selama satu tahun enam bulan.

Letkol Inf Dodiek Wardoyodan merupakan mantan Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 136/Tuah Sakti, Batam, Kepulauan Riau.

Padahal selama menjabat sebagai Danyonif Raider Khusus 136/TS, setiap apel ia selalu menekankan pada seluruh prajuritnya agar tidak melakukan pelanggaran yang dapat mencemarkan nama baik satuan TNI. Kini, ia sendiri yang melakukan pelanggaran hingga dipecat dan dipenjara.

Pemecatan dan penjara itu merupakan hasil akhir sidang putusan (vonis) Pengadilan Militer Tinggi I Medan.  

Adapun Oditur Militer: Kolonel Laut (KH/W) Toho Nirmawati Hutabarat, S.H.

Sedangkan Majelis Hakim Ketua Kolonel Sus Immanuel P. Simanjuntak, Hakim Anggota I Agus B Surbakti dan Hakim Anggota II Arwin Makal.

Atas segala pertimbangannya, Pengadilan Militer Tinggi I Medan menyatakan Letkol Dodiek terbukti secara sah menyalahgunakan kekuasaan dan tidak menaati perintah dinas.

Letkol Inf Dodiek Wardoyo
POTRET Komandan Yonif Raider Khusus 136/TS, Letkol Inf Dodiek Wardoyo, saat memberi arahan dan penekanan pada seluruh prajurit, di Lapangan Hang Tuah Yonif Raider Khusus 136/TS, Sabtu (15/8/2020) lalu.

Pengadilan Militer Tinggi I Medan juga memutuskan Dodiek dipenjara selama satu tahun enam bulan dan dipecat dari dinas militer.

Dasar hukum keputusan tersebut berdasarkan Pasal 126 KUHPM jo Pasal 103 KUHPM, jo Pasal 26 KUHPM jo Pasal 190 Ayat 1 jo Ayat 2 jo Ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.

Melansir dari hasil putusan Dilmilti I Medan Nomor 22-K/PMT-I/AD/X/2021, Yonif RK 136/TS memperoleh dana untuk kegiatan penanganan Gakplin Covid-19 di kota Batam, Kepulauan Riau, sebesar Rp 2.005.759.000.

Dana itu diberikan untuk pelaksanaan operasi penanganan Covid-19 dan pendisiplinan prokes di wilayah Provinsi Kepulauan Riau mulau Juli 2020 hingga Desember 2020.

Dana sebesar Rp 2 miliar tersebut kemudian dipotong dana taktis Danyon senilai Rp 100 juta lebih. Sehingga sisa dana yang harus didistribusikan kepada personel Yonif RK 136/TS ialah Rp 1,9 miliar.

Dari hasil penyelidikan tim Pusintelad, ternyata Dodiek tidak menyerahkan seluruhnya uang tersebut untuk anak buahnya. "(Dana) yang disalurkan kepada personel hanya sejumlah Rp 200 juta pada Februari 2021. Sehingga masih ada sisa dana yang dipegang terdakwa sejumlah Rp 1,7 miliar.

Bukan hanya itu, dalam sidang juga terungkap kalau ada dana kalori prajurit pada triwulan II, triwulan III dan triwulan IV sebesar Rp 889 juta.

Akan tetapi, jumlah dana yang diserahkan kepada prajurit hanya Rp 421 juta.

Para prajurit juga tidak menerima dalam bentuk uang melainkan dimasak dalam bentuk makanan berupa bubur kacang hijau, rebusan umbi-umbian dan teh manis untuk dikonsumsi setelah melaksanakan kegiatan fisik di satuan.

Sementara dana sisanya sebanyak Rp 467 juta masih berada di tangan Dodiek dan istrinya, Iin Devita.

Kasus lainnya, terdakwa terbukti mengabaikan perintah dinas untuk netral dan tidak terlibat politik dengan membela salah satu dari pasangan calon Gubernur Kepri dan Walikota Batam. Dalam dakwaan disebutkan terdakwa membagikan uang Rp150 ribu kepada ibu-ibu Persit untuk memilih pasangan calon yang ditentukannya.

Letkol Inf Dodiek Wardoyo di Mako Yonif Raider Khusus 136/TS
POTRET SAAT PISAH SAMBUT Danyon Raider Khusus 136/TS: Letkol Inf Hasbul Hasyiek Lubis menyerahkan jabatan Komandan Batalyon (Danyon) Raider Khusus (RK) 136/Tuah Sakti (TS) kepada Letkol Inf Dodiek Wardoyo di Mako Yonif Raider Khusus 136/TS, Jalan Trans Barelang Batam, Kepulauan Riau, pada 13 Agustus 2020 lalu.

Berikut selengkapnya hasil putusan Pengadilan Militer Tinggi I Medan yang dikutip Tribun-medan.com, Kamis (7/7/2022).

Putusan DILMILTI I MEDAN Nomor 22-K/PMT-I/AD/X/2021

Tanggal 8 Juni 2022 — Terdakwa: Letkol Inf Dodiek Wardoyo, S.A.P., M.I.Pol.

Oditur Militer: Kolonel Laut (KH/W) Toho Nirmawati Hutabarat, S.H.

Nomor: 22-K/PMT-I/AD/X/2021

Tingkat Proses: Pertama

Klasifikasi: Pidana Militer

Tahun 2022

Tanggal Register: 4 Oktober 2021

Lembaga Peradilan: DILMILTI I MEDAN

Jenis Lembaga Peradilan: PTM

Hakim Ketua: Kolonel Sus Immanuel P. Simanjuntak

Hakim Anggota:  Kolonel Laut Kh Agus B. Surbakti, Kolonel Chk Arwin Makal

Panitera: Mayor Chk Tedy Markopolo

Amar: Lain-lain

Amar Lainnya : HUKUM

Catatan Amar: M E N G A D I L I

I. Menyatakan Terdakwa tersebut di atas, Dodiek Wardoyo, S.A.P., M.I.Pol, Letnan Kolonel Inf NRP 11020032150779, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana: Dakwaan Kumulatif Kesatu Alternatif Pertama: Penyalahgunaan kekuasaan, Dan Kedua: Tidak mentaati perintah dinas.

II. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan: Pidana Pokok : Penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan. Menetapkan selama waktu Terdakwa menjalani penahanan sementara dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Pidana tambahan : Dipecat dari dinas Militer.

II. Menetapkan barang bukti berupa:

A. Barang-barang:

1) 1 (satu) bundel Wabku Covid-19 tahun 2020.

2) 1 (satu) bundel Wabku Kalori TW IV tahun 2020.

3) 1 (satu) buah Jaket Taktical lengan panjang warna hitam.

4) 1 (satu) buah Penyegelan Barang Bukti yang disita dari Sdri. Iin Devita (istri Letkol Inf Dodiek Wardoyo). Dikembalikan ke Yonif RK 136/TS.

5) Uang sejumlah Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah). Dikembalikan kepada Sdri. Iin Devita (istri Terdakwa).

B. Surat-surat.

1) 2 (dua) lembar Surat Telegram Pangdam I/BB tanggal 19 November 2019 tentang Perintah Penekanan Ulang Guna Menjaga Netralitas TNI AD dalam pelaksanaan Pemilu serentak di wilayah Kodam I/BB.

2) 1 (satu) lembar Rekap penerimaan dana Covid-19 tahun 2020.

3) 5 (lima) lembar Print Out penerimaan dana Covid-19 tahun 2020.

4) 12 (dua belas) lembar Print Out penyaluran dana kalori tanggal 4 Februari 2021.

5) 3 (tiga) lembar Rekap dana kalori TW IV tahun 2020.

6) 1 (satu) lembar Nota Pembelian Jaket Tactical lengan panjang dari Toko Battle di Bandung sejumlah Rp40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah) tanggal 7 April 2021.

7) 1 (satu) lembar Nota Pembelian Jaket Tactical lengan panjang dari Toko Hamka Taktical di Bandung sejumlah Rp 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) tanggal 29 April 2021.

8) 7 (tujuh) lembar Berita Acara Penggeledahan dan Penyitaan dari Sdri. Iin Devita (istri Letkol Inf Dodiek Wardoyo).

9) 1 (satu) lembar Surat Pernyataan Sdri. Iin Devita (istri Letkol Inf Dodiek Wardoyo).Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

IV. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sejumlah Rp25.000,00 (dua puluh lima ribu rupiah).

V. Memerintahkan Terdakwa ditahan.

Tanggal Musyawarah: 8 Juni 2022

Tanggal Dibacakan: 8 Juni 2022

Kaidah —

Abstrak

Letkol Inf Dodiek Wardoyo bersama prajurit
Letkol Inf Dodiek Wardoyo (kiri): POTRET Komandan Yonif Raider Khusus 136/TS, Letkol Inf Dodiek Wardoyo, saat memberi arahan dan penekanan pada seluruh prajurit, di Lapangan Hang Tuah Yonif Raider Khusus 136/TS, Sabtu (15/8/2020) lalu.

Sosok Letkol Inf Dodiek Wardoyo

Dodiek Wardoyo mulai meniti karier militer berdinas di TNI Angkatan Darat.

Letkol Inf Dodiek Wardoyo tamat Akademi Militer (Akmil) pada tahun 2002.

Letkol Inf Dodiek kelahiran Jakarta, 5 Juli 1979. Istrinya bernama Iin Devita.

Saat masih berpangkat Kapten, Letkol Inf Dodiek Wardoyo pernah bertugas di batalyon Raider Khusus 136/Tuah Sakti  sebagai Komandan Kompi E.

Setelah berpangkat Letkol Inf, Dodiek pun didapuk menjabat Komandan Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti pada 6 November 2020.

Ia menggantikan  Letkol Inf Hasbul Hasyiek Lubis.

Setelah terseret kasus, ia pun menyerahkan tongkat komando Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti pada 10 Juni 2021 kepada Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama, Brigadir Jenderal TNI Jimmy Ramoz Manalu.

Kemudian, pada 12 Juli 2021 dilakukan pemeriksanaan kasus, lalu ditahan sejak 20 Agustus 2021 di Instalasi Tahanan Militer Pom Kodam I/Bukit Barisan. 

Pada pada 23 September 2021, Letkol Inf Dodiek diseret ke Pengadilan Militer Tinggi I Medan oleh Oditur Militer.

(*/tum/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved