Penipuan Modus Sumbangan Masjid

Pria Ini Menipu dengan Modus Minta Sumbangan Pembangunan Masjid, Ditangkap Warga saat Beraksi

Seorang pria paruh baya ditangkap warga lantaran menipu menggunakan modus pengutipan sumbangan masjid di Batangkuis

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Pelaku (dua dari kiri) menyampaikan permintaan maaf dihadapan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Musa'adah Desa Sidodadi Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang Rabu, (6/7/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Pria paruh baya bernama Yudo Widodo ditangkap warga, lantaran menipu menggunakan modus pengutipan sumbangan masjid.

Lelaki berusia 36 tahun ini ditangkap oleh masyarakat Desa Sidodadi, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang saat beraksi.

Dari pengakuan pelaku yang merupakan warga Dusun I, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Seituan, dia melakukan aksi penipuan modus pengutipan sumbangan masjid ini sudah enam bulan. 

Baca juga: Detik-detik Pemuda Nekat Mencuri Uang Sumbangan Masjid di Pinggir Jalan, Panik saat Ketahuan

Kades Sidodadi, Edi Suardi menyebut pelaku ditangkap di kawasan Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batangkuis, Rabu (6/7/2022).

Ketika itu ia melakukan aksi dengan membawa proposal dari yang bertandatangan panitia pembangunan Masjid Al Musa'adah yang berada di Dusun 1 Desa Sidodadi.

Disebut karena selama ini panitia masjid sudah sempat mendapat selentingan informasi tentang pelaku makanya dilakukan pengintaian. 

Baca juga: Pakai Kode Sumbangan Masjid ke Pengusaha, Barang Bukti Tersangka Korupsi RE Rp 5 Miliar

"Selama ini dia memang ada kerjasama dengan panitia pengutip infaq untuk pembangunan masjid di desa kita. Tapi 6 bulan lalu sudah ditutup tidak ada pengutipan lagi karena sudah siap masjidnya,"

"Proposal pun sebenarnya sudah ditarik dan dipulangkan tapi rupanya dia sempat menscan profosal itu. Jadi kemarin dilacak dan diekori dia makanya bisa ditangkap pas ngutip di Desa Bintang Meriah,"ucap Edi Suardi Kamis, (7/7/2022).

Selama enam bulan belakangan, lanjut Edi, pelaku mengaku sudah banyak mendapat hasil penipuan dan besarannya sudah Rp 9 juta karena melakukan door to door.

Baca juga: Presiden Yayasan ACT Ibnu Khajar Menanggapi Soal Pencabutan Izin dari Kemensos

Uang itu tidak pernah disetorkan ke panitia dan dipakai untuk kepentingan pribadi. Disebut selama ini mencari mangsa di kawasan Kecamatan Percut Seituan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved