Pasien Meninggal setelah Melahirkan

KASUS Meninggalnya Happy Damanik setelah Operasi Caesar, dr Jekson Menghilang dan Bungkam

Keluarga sempat menduga bahwa kematian Happy Yansdika Damanik ada kaitannya dengan dugaan malapraktik.

Tayang:
HO
Kolase - Happy Damanik (27) tutup usia setelah menjalani operasi persalinan di RSUD Amri Tambunan dan dokter Jekson Lubis (kanan) yang diduga malapraktik setelah menangani Happy Damanik. 

TRIBUN-MEDAN.com - dr Jekson Lubis SpOG, dokter senior RSUD Amri Tambunan yang kini jadi sorotan lantaran kasus meninggalnya ibu hamil seusai melahirkan secar caesar memilih bungkam.

Saat ditemui Tribun-medan.com di tempat praktiknya yang ada di Jalan Diponegoro Lubukpakam, dr Jekson Lubis SpoG enggan bertemu.

Ia meminta pegawainya untuk menyampaikan pesan pada Tribun-medan.com, agar menemuinya di RSUD Amri Tambunan. 

"Kata dokter hari Senin saja pak nanti ketemu di rumah sakit. Memang masih ada tiga pasien lagi, tapi kata dokter begitu hari Senin saja ketemunya," kata pegawai di tempat praktik tersebut, Jumat (8/7/2022).

Pegawai juga mengatakan, bahwa dr Jekson Lubis SpOG sempat tutup beberapa hari lantaran tengah mengikuti seminar.

Sementara itu, sejak kematian Happy Yansdika Damanik mencuat, dr Jekson Lubis SpOG terus menjadi sorotan, lantaran dia yang menyarankan korban untuk operasi caesar, meski kondisi bayi korban kala itu dalam keadaan sehat.

Baca juga: PRAKIRAAN Cuaca di Medan Besok 10 Juli 2022, Cerah dari Pagi

Keluarga sempat menduga, bahwa kematian Happy Yansdika Damanik ada kaitannya dengan dugaan malapraktik.

Sayangnya, pihak RSUD Amri Tambunan memilih bungkam.

Para petinggi RSUD Amri Tambunan, mulai dari Direktur, Wakil Direktur, hingga Humas tak mau menjelaskan, apa alasan pihak rumah sakit menyarankan korban kala itu untuk operasi caesar.

Padahal, sebelum menjalani operasi caesar, Happy Yansdika Damanik dalam keadaan sehat.'

Bahkan, korban sempat tersenyum dan tertawa lepas menunggu kelahiran bayinya.

Karena kasus ini pula, tak sedikit warga dan masyarakat yang curiga dengan dr Jekson Lubis SpOG.

Tapi tak sedikit pula netizen yang mendukung Jekson.

Netizen bilang, bahwa dr Jekson Lubis SpoG ini adalah sosok yang ramah.

Dia dikenal sering menangani pasien hamil dan menangani proses persalinan.

Pengakuan Kakak Happy Damanik

Pniel Damanik, kakak kandung Happy Yansdika Damanik menduga adiknya yang meninggal setelah menjalani operasi caesar di RSUD Amri Tambunan diduga menjadi korban malapraktik pihak rumah sakit dan dokter.

Belakangan diketahui, bahwa dokter yang melakukan operasi caesar terhadap Happy Yansdika Damanik adalah dr Jekson Lubis SpOG.

Sejak Happy Yansdika Damanik meninggal setelah operasi caesar, tidak ada penjelasan lebih lanjut, kenapa kondisi korban bisa drop hingga meninggal dunia.

Belum ada penjelasan medis secara detail, baik dari dr Jekson Lubis SpOG, hingga RSUD Amri Tambunan.

Semua pihak yang berkepentingan memilih bungkam, atas kematian Happy Yansdika Damanik, terlebih soal adanya dugaan keluarga menyangkut indikasi malapraktik. 

Sosok dr Jekson Lubis SpOG

Dari keterangan kakak kandung korban bernama Pniel Damanik, diketahui dokter yang mengoperasi adiknya adalah dr Jekson Lubis SpOG.

'Nama dokternya Jekson Lubis. Dia yang mengoperasi adik saya," kata Pniel Damanik, yang curiga bahwa adiknya adalah korban malapraktik sang dokter dan pihak RSUD Amri Tambunan, Kamis (7/7/2022).

Berangkat dari keterangan Pniel Damanik, Tribun-medan.com lantas mencari tahu sosok dokter tersebut.

Diketahui, dr Jekson Lubis SpOG ini adalah dokter senior di RSUD Amri Tambunan.

Status dr Jekson Lubis SpOG merupakan aparatur sipil negara (ASN). 

Baca juga: HARGA Emas di Medan Hari Ini, Antam Rp 969 Ribu per Gram

Dari penelurusan Tribun-medan.com, dr Jekson Lubis SpOG  selama ini praktik di Jalan Diponegoro, Kecamatan Lubukpakam, persisnya 300 meter dari RSUD Amri Tambunan yang berada di Jalan Thamrin Lubukpakam.

Lokasi praktik dr Jekson Lubis SpOG ini satu tempat dengan praktik spesialis anak dr Sondang Lumban Batu SpA.

Saat Tribun-medan.com menyambangi lokasi praktik, ternyata tempat tersebut sudah tutup selama tiga hari.

Padahal, biasanya tempat praktik itu buka dari hari Senin sampai Jumat, dengan jam operasional mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Untuk hari Sabtu, operasional dibuka mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Sedangkan untuk hari libur dan Minggu, operasional ditiadakan atau tutup.

Dari amatan Tribun-medan.com, pintu gerbang tempat praktik tersebut terdapat tulisan pengumuman, yang menjelaskan bahwa tempat praktik akan buka kembali pada Jumat (8/7/2022) nanti.

Tidak lama setelah kedatangan awak media ke lokasi, seorang petugas di praktek ini datang membuka pintu gerbang. 

Namun petugas wanita itu mengatakan, bahwa pelayanan hanya bisa diberikan untuk pasien anak yang ditangani dokter Sondang.

Secara pasti, ia pun tidak mengetahui mengapa dr Jekson SpOG tidak buka pelayanan. 

"Kalau dokter Jekson enggak buka, mulai dari hari Selasa tutup (pelayanan), enggak tau kenapa," kata pegawai di tempat praktek ini. 

Sejak kasus Happy Yansdika Damanik ini mencuat, dr Jekson Lubis SpOG menghilang.

Tribun-medan.com sudah berupaya mencarinya guna konfirmasi, tapi sayangnya tidak ketemu.

Humas RSUD Amri Tambunan, Sri Rezeki yang sempat dikonfirmasi Tribun-medan.com cuma mengatakan, bahwa mereka sudah memberi informasi mengenai hasil pemeriksaan dokter, menyangkut kondisi Happy Yansdika Damanik.

"Hasil pemeriksaan semua sudah dikasih," tulis Sri Rezeki. 

Sri sendiri belum bersedia untuk dikonfirmasi lebih lanjut.

Berulang kali nomor ponselnya dihubungi, dia tidak bersedia menjawab, meskipun bernada aktif.

Anehnya, meski tak mau dikonfirmasi awak media, RSUD Amri Tambunan justru membuat pengumuman di media sosialnya mengenai kasus ini.

Adapun isi pesan yang tertulis pada laman Facebook RSUD Amri Tambunan berbunyi sebagai berikut: 

Pemberitaan Online terkait Pelayanan RSUD Drs. H. Amri Tambunan (Rsud Amri Tambunan)

Penjelasan :

Pasien kiriman dari praktek pribadi dokter spesialis obgyn a/n Happy Yansdika Damanik, Usia 27 Tahun, datang ke rumah sakit tanggal 20 Juni 2022 pukul 08.04 WIB, dengan rencana persalinan anak kedua melalui tindakan Sectio Caesaria.

Indikasi tindakan operasi Previous Sectio Caesaria dimana anak pertama lahir melalui section caesaria pada tahun 2019 dan dioperasi oleh dokter spesialis yang sama.

Menurut keterangan pasien merupakan pasien tetap dan telah kontrol lebih dari 4 kali ke praktek pribadi dokter spesialis obgyn tersebut.

Selanjutnya di IGD dilakukan anamneses dan  pemeriksaan, serta persetujuan untuk dilakukan tindakan operasi. 

Pukul 09.00 WIB pasien diantar ke ruang VK.

Pukul 12.00 WIB pasien diantar ke kamar bedah. 

Pukul 12.30 WIB dilakukan pembiusan dengan anastesi spinal. 

Pukul 13.00 WIB bayi lahir dengan segera menangis dan berjenis kelamin laki-laki. 

Setelah plasenta lahir tiba-tiba pasien kejang dan henti jantung.

Dokter anastesi dan tim langsung melakukan resusitasi dan intubasi, pasien berhasil bernafas spontan.

Kemudian dokter memanggil suami dan keluarga pasien untuk menjelaskan tentang kondisi pasien saat itu.

Setelah stabil pasien diantar ke ruang ICU.

Penatalaksanaan pasien selama dirawat di ruang ICU dilakukan oleh tim dokter yang terdiri dari spesialis obgyn, spesialis anastesi, spesialis neurologi, spesialis penyakit dalam, spesialis jantung, spesialis paru, dan spesialis gizi klinis. 

Pada tanggal 1 Juli 2022 Bukti Hasil Pemeriksaan Pasien sudah diserahkan kepada pihak keluarga pasien (suami Pasien)

Pada tanggal 3 Juli 2022 kondisi pasien memburuk. Pukul 09.15 WIB pasien mengalami henti jantung, dilakukan resusitasi (RJPO) dengan obat-obatan maksimal namun pasien gagal bernafas spontan. 

Pukul 10.05 Wib pasien dinyatakan meninggal oleh dokter dihadapan keluarga. 

Direktur RSUD Amri Tambunan merajuk

Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Hanif Fahri SpKJ merajuk ketika dikonfirmasi mengenai adanya pasien bernama Happy Yansdika Damanik meninggal dunia setelah operasi caesar atas saran dokter.

Ketika ditanya, Hanif malah mengancam tidak akan membalas konfirmasi yang dilayangkan Tribun-medan.com.

Hanif malah menuding yang macam-macam ketika ditanya mengenai keterangan keluarga yang menduga ada indikasi malapraktik terhadap Happy Yansdika Damanik , istri dari Aprianto Manurung.

"No Coment saya (soal dugaan malapraktik). Untuk menjaga perasaan keluarga yang sedang berduka, mohon Anda pun profesional. Saya tidak akan membalas WA Anda lagi bila cara berpikir seperti ini (telah terjadi dugaan malpraktik)," kata Hanif, Rabu (6/7/2022).

Tribun-medan.com lantas menjelaskan, bahwa dugaan malapraktik terhadap Happy Yansdika Damanik justru dilontarkan oleh Pniel Damanik, kakak kandung korban.

Ditanya mengenai hal ini, Hanif malah komplain.

"Jangan melampaui batas ah," katanya.

Terkait masalah ini, Hanif sebelumnya mengatakan manajemen RSUD Amri Tambunan sudah bertemu dengan pihak keluarga korban.

Dia mengatakan, bahwa pihaknya sudah bertindak profesional dalam menangani Happy Yansdika Damanik

"Kami sudah ketemu dengan pihak keluarga. Kami profesional saja. Biarlah pihak keluarga dan kita bertemu dengan itikad baik dan membangun hal-hal yang positif," katanya.

Happy Damanik Meninggal setelah Disuruh Caesar

Happy Yansdika Damanik, warga Desa Wonosari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang meninggal dunia setelah diminta dokter RSUD Amri Tambunan untuk menjalani operasi caesar.

Pihak rumah sakit beralasan, bahwa penyebab Happy Yansdika Damanik meninggal dunia karena komplikasi emboli air ketuban dan infeksi organ dalam.

Sampai detik ini, belum ada penjelasan dari RSUD Amri Tambunan, kenapa dokter mengarahkan Happy Yansdika Damanik untuk operasi caesar.

Apakah penyebab komplikasi emboli air ketuban dan infeksi organ dalam akibat operasi caesar yang disarankan dokter atau bukan, juga belum terjawab.

Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Hanif Fahri SpKJ mengatakan, pihaknya sudah menurunkan Tim Komite Medik, guna melihat apakah ada kesalahan SOP atau tidak dalam penanganan operasi caesar Happy Yansdika Damanik.

Sejauh ini, masalah tersebut sudah ia ketahui berdasarkan laporan dari stafnya. 

"Mohon maaf, saya sedang pendidikan. Namun, kami tentunya tidak menginginkan kejadian ini. Sementara itu dulu yang bisa saya konfrontir," kata Hanif, Selasa (5/7/2022).

Hanif mengatakan, informasi lengkap akan disampaikan oleh pihak Kehumasan RSUD Amri Tambunan

Dia juga berjanji akan menjelaskan lebih lanjut, apa alasan dokter menyarankan korban untuk operasi caesar, meski kondisi bayi saat itu dalam keadaan sehat, tidak sungsang. 

"Kami dari managemen turut prihatin dan berduka bersama keluarga besar ibunda tersebut," kata Hanif.

Sementara itu, suami Happy Yansdika Damanik, Aprianto Manurung mengatakan bahwa istrinya menjalani operasi caesar pada 20 Juni 2022 lalu.

Sebelum menjalani operasi caesar, kondisi sang istri baik-baik saja.

Bahkan, dari video yang diunggah oleh Aprianto manurung, sang istri sempat tertawa bahagia menanti kelahiran anak kedua mereka.

Belakangan, setelah menjalani operasi caesar atas saran dokter RSUD Amri Tambunan, kondisi Happy Yansdika Damanik langsung drop.

Selama 14 hari dirawat, Happy Yansdika Damanik kemudian meninggal dunia pada Minggu, 3 Juli 2022 kemarin.

Kepergian Happy tentu sangat membuat sedih sang suami.

Aprianto Manurung sampai tak habis pikir, kenapa musibah ini bisa terjadi. 

(*/Tribun Medan)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved