Breaking News:

Berita Sumut

Rudapaksa Mantan Muridnya, Mantan Calon Wakil Wali Kota Tanjungbalai Divonis 10 Tahun Penjara

Mantan Calon Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tanjungbalai Gustami alias Buya divonis hakim dengan hukuman penjara 10 Tahun

TRIBUN MEDAN/HO
CALON Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Gustami Hasibuan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI - Mantan Calon Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tanjungbalai Gustami alias Buya divonis hakim dengan hukuman penjara 10 Tahun, akibat terbukti mencabuli anak dibawah umur. 

Gustami dinyatakan bersalah oleh majelis hakim pengadilan negeri (PN) Tanjungbalai yang diketuai oleh Habli R Taqiyya dan melanggar pasal 82 ayat 1 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak Jo pasal 64 KUHP. 

"Terdakwa divonis Tadi putusannya 10 Tahun penjara, denda Rp 200 juta, apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti 6 bulan penjara," kata Joshua Joseph Eliazer Sumanti, Kasi humas Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Senin(11/7/2021). 

Atas putusan tersebut, pihak terdakwa maupun jaksa menyatakan sikap pikir-pikir. 

"Kami masih pikir-pikir, dan akan melaporkan hasilnya secara berjenjang," kata Rikardo Simanjuntak, Kasi Pidum Kejari Tanjungbalai

Diketahui sebelumnya, Gustami di tuntut dengan 15 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta, subsider 6 bulan. 

Dikutip dari dakwaan JPU, kasus ini bermula pada tahun 2013 hingga 2017 di ruang kepala sekolah tempat Gustami menjabat. 

"Saat itu, terdakwa masih menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah di Tanjungbalai. Sehingga diduga pelaku melakukan aksinya di ruang kepala sekolah terhadap korban," Kata Rikardo.

Dijelaskannya, kasus ini bermula ada tahun 2013 silam saat korban masih duduk di kelas dua sekolah menengah pertama berusia 13 tahun. 

"Saat itu, korban dipanggil oleh guru piket melalui pengeras suara Sekolah untuk menghadap terdakwa selaku kepala sekolah," katanya. 

Selanjutnya, korban menemui terdakwa yang saat itu sedang sendiri di ruang kepala sekolah dan melakukan kekerasan, ancaman, tipu muslihat, dan membujuk korban untuk membaca buku hadist. 

"Saat itu korban membaca dengan posisi berdiri dihadapan terdakwa. Tanpa basa basi, Terdakwa langsung memeluk serta menciumi bibir korban sembari mengatakan untuk tidak memberitahu kesiapapun," jelas Rikardo.

Gustami Hasibuan(Tengah) sedang berdiskusi dengan NS soal perkara Cabul yang diduga dilakukannya, Kamis(4/2/2021)
Gustami Hasibuan(Tengah) sedang berdiskusi dengan NS soal perkara Cabul yang diduga dilakukannya, Kamis(4/2/2021) (TRIBUN MEDAN/HO)

Setelah melakukan aksinya, terdakwa langsung menyuruh korban untuk kembali ke ruang kelas dan membawa buku hadist yang diberikannya. 

"Dua hari setelah kejadian tersebut, di jam istirahat sekolah, terdakwa kembali melancarkan aksinya saat korban mengembalikan buku hadis ke ruangannya. Namun, korban yang saat itu sadar langsung menolak terdakwa dan kembali ke kelas," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved