Bendungan Baru Rusak

Mencurigakan, Bendungan di Sergai Senilai Rp 3,1 Miliar Sudah Rusak, Padahal Baru Dibangun

Bendungan yang dibangun Pemkab Sergai sudah rusak. Padahal baru dibangun dan berbiaya Rp 3,1 miliar

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANIL RASYID
Bendungan penahan air asin di Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai, bocor dan jebol, Senin (23/5/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI- Bendungan penahan air asin yang terletak di Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai sudah rusak usai dibangun selama enam bulan. 

Terlihat bendungan senilai Rp 3,1 milliar yang belum lama selesai dibangun itu sudah retak, dengan kondisi pintu penahan air bocor.  

Padahal bendungan tersebut berfungsi menahan air pasang laut agar tidak mengalir ke sungai dan masuk ke areal persawahan warga. 

Kabid PSDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Serdang Bedagai Chairu Vyatra membenarkan adanya kerusakan pada bendungan yang selesai dibangun. 

Baca juga: Habiskan Dana Rp 3 Miliar, Bendungan di Sergai Sudah Retak dan Pintu Klep Bocor

Kata dia, ada kerusakan pada viber bendungan yang berfungi mengatur keluar masuknya air. 

"Memang masa perawatan sudah selesai, dan ini sudah dibelik sama penyedia vibernya itu dari Bandung itu mai diganti sama pihak penyedia," kata Chairu. 

Namun, kata Chairu, perbaikan akan ditunda sampai saat musim tanam padi dimulai.

Hal itu sebutnya dilakukan untuk menghindari masa pasang air laut. 

Baca juga: HABISKAN Dana Rp 3,1 Miliar, Bendungan Air Asin di Teluk Mengkudu Sergai Rusak dan Jebol

"Tapi tunggu dulu musim tanam. Ini kan lagi musim pasang besar karena itu kan masih ada garansinya. Karana itu barangnya datang dari Bandung kita minta agar vibernya itu yang asli dipakai jangan yang asal asalan. Kita masih menunggu ini agar kembali di pasang," tutupnya. 

Sebelumnya Pemkab Sergai menganggarkan Rp 3,1 milliar untuk membangun bendungan di Teluk Mengkudu pada akhir tahun 2021 lalu. 

Langkah itu dilakukan seiring program pencetakan sawah baru dengan mengaktifkan lahan tidur yang selama ini tergenang air asin dari laut. 

Baca juga: Gubernur Edy Mengeluh ke Menteri ATR, Target Tujuh Proyek Bendungan Hanya Satu yang Jalan

Dengan membangun bendungan tersebut, diperkirakan akan membantu 18 kelompok petani yang ada di 2 desa, yaitu Pematang Kuala dan Bogak Besar di Kecamatan Teluk Mengkudu. 

Bendungan berfungsi menahan air pasang laut dan menjadi penampung air untuk mengaliri sawah petani. 

Sebelumnya salah seorang petani disana Maju Butar-butar pun berharap agar rencana dan realisasi pembangunan bendungan dapat berjalan dengan semestinya. 

"Kalau kita berharap agar tujuan ada bendungan ini sesuai saja dengan fungsi. Agar petani dapat bersawah dengan baik dan tenang," tutupnya.(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved