Sindikat Pengedar Narkoba

Satu Rumah di Komplek Bumi Asri Jadi Gudang Ekstasi, Dua Warga Aceh Dituntut 9 Tahun Penjara

Satu rumah di Komplek Bumi Asri dijadikan gudang ekstasi oleh warga Aceh yang merupakan sindikat narkoba

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
ILUSTRASI- Foto suasana penggerebekan dan barang bukti sabu dan ekstasi, Kamis (25/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Satu rumah yang ada di Komplek Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan dijadikan gudang ekstasi oleh dua warga Aceh.

Adapun dua warga Aceh yang jadikan rumah di Blok C Komplek Bumi Asri sebagai gudang ekstasi masing-masing Misbahuddin alias Mis dan Muksalmina alias Mina.

Terkait kasus ini, dua warga Aceh yang jadikan rumah di Komplek Bumi Asri sebagai gudang ekstasi dituntut masing-masing sembilan tahun penjara.

Baca juga: TNI AL Tanjungbalai Sita 29 Kilogram Sabu dan 60 Ribu Pil Ekstasi Dalam Kapal Nelayan

Merujuk dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, kedua warga Aceh ini juga dituntut dengan pidana denda Rp 1 miliar, apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana 3 bulan penjara.

JPU dari Kejati Sumut Maria Tarigan menilai kedua terdakwa telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana Pasal  112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009  tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1  KUHPidana  sebagaimana dakwaan subsidair.

"Yakni secara tanpa hak atau melawan hukum  memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan  narkotika Golongan I jenis sabu dan pil ekstasi," urai jaksa dalam tuntutannya, sebagaimana dilansir dari SIPP PN Medan, Rabu (13/7/2022).

Pada persidangan sebelumnya, dua saksi dari Dit Res Narkoba Polda Sumut yang melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa telah didengarkan keterangannya.

Baca juga: SABUSABU dan Ekstasi Bernilai Rp 88 Miliar Disembunyikan di Fiber Ikan, Ini Kronologi Penangkapan

"Sabu sama ribuan ekstasinya 'dirondoki' di bawah kolong rak piring, ditutupi keramik, Bu. Jadi ada macam kotak-kotak penyimpanan gitu. Kami jumpai bungkusan-bungkusan plastik diduga berisi narkoba di dalamnya," urai saksi menjawab pertanyaan Maria Tarigan.

Hasil interogasi tim, menurut kedua terdakwa, rumah itu sengaja dikontrakkan untuk penyimpanan sementara narkoba menunggu ada pembelinya.

Ketika dikonfrontir hakim ketua Oloan Siahaan, baik terdakwa Misbahuddin alias Mis maupun Muksalmina alias Mina yang dihadirkan secara virtual didampingi penasihat hukumnya (PH) Halman Simanullang membenarkannya.

Baca juga: Gadai Motor Teman yang Baru Dikenal, Mahasiswa Asal Deliserdang Buka Usaha Jual Ekstasi

Dalam dakwaan JPU Maria Tarigan disebutkan, Misbahuddin alias Mis, warga Dusun Tgk Samiek, Desa Tanjong  Ceungai, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh  dan Muksalmina alias Mina sejak Oktober 2021 lalu menjadi kurir narkoba dari seseorang bernama Adi Walit (belum tertangkap / DPO).

Adi Walit memerintahkan Misbahuddin mencari rumah kontrakan di Medan untuk penyimpanan sementara narkoba

Terdakwa kemudian mengajak rekannya warga Dusun Rumoh Rayeuk  Desa Tanjong Ceungai, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh tersebut.

Baca juga: Terdakwa Perkara 5.000 Pil Ekstasi Dituntut Rendah, Granat Sumut Jaksa Kejati Sumut Layak Diperiksa

"Kedua terdakwa akhirnya menemukan rumah kontrakan seharga Rp16 juta di Blok C Komplek Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia. Mereka juga bisa bertukang dengan cara membongkar lantai keramik dan membentuk kotak-kotak sedalam 25 cm untuk penyimpanan narkoba," ujar JPU.

Kedua terdakwa juga beberapa kali menikmati hasil peredaran gelap narkoba tersebut.  Dengan upah Rp5 juta kedua terdakwa pun merental mobil dari Aceh membawa 5 kg sabu ke rumah kontrakan itu. Seminggu Kemudian ada pembelinya dan didapatlah upah Rp 25 juta kemudian mereka bagi dua.

Pada Desember 2021 hal serupa mereka lakukan dengan membawa sabu seberat 10 kg. Beberapa hari kemudian laku terjual dan mendapatkan upah Rp50 juta selanjutnya mereka bagi dua.

Baca juga: JUAL Ekstasi dan Dapat Untung Rp 10 Ribu, Habib Warga Sei Agul Dituntut 10 Tahun Penjara

Di bulan yang sama keduanya disuruh menerima 3.000 butir pil ekstasi dari seorang laki-laki di daerah Kampung Keling, Kota Medan. 

Keberuntungan kedua terdakwa pun berakhir.  

"Hasil penggeledahan dari rumah kontrakan tersebut, tim Ditresnarkoba Polda dengan barang bukti (BB) sabu seberat 15 gram berikut 3.000 butir ekstasi seberat 817 gram," pungkas JPU.(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved