Fenomena Gelombang Tinggi

Fenomena Gelombang Tinggi di Pantai Cermin, BMKG Bilang Begini

Gelombang tinggi air laut kini melanda kawasan pantai yang ada di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Gelombang air laut yang terjadi di pantai dua rasa Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, terlihat sampai memasuki pondok pondok yang dikelola warga sebagai tempat bersantai bagi wisatawan, Rabu (13/7/2022) /Anugrah Nasution. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI- Gelombang tinggi air laut kini melanda kawasan pantai yang ada di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai. 

Fenomena alam itu terjadi beberapa hari terakhir.

Gelombang tinggi air laut itu kemudian membuat warga bertanya-tanya.

Seperti yang dikatakan Penol, warga Dusun XI, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin.

Baca juga: Kapal Diterjang Gelombang Tinggi, 2 Turis Tewas di Perairan Taman Nasional Komodo, Ini Identitasnya

Dia mengatakan, gelombang tinggi air laut telah terjadi sejak tiga hari belakangan. 

"Ini sudah beberapa hari ya ombak disini beda lebih tinggi dari biasanya. Sampek sampek pondok pondok punya ku ini terkena air. Biasanya tidak sampai kesini airnya," kata Penol, Kamis (14/7/2022).

Menanggapi hal itu, Badan Meteorologi dan Geofisika membenarkan adanya gelombang tinggi air laut yang sedang terjadi. 

"Benar, saat ini sedang terjadi gelombang air laut yang lebih tinggi," kata Budi, Staf Bidang Data dan Informasi BMKG Belawan.

Budi menjelaskan, gelombang tinggi air laut terjadi dibeberapa daerah yang memiliki tekanan rendah di Samudra Hindia.

Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4-6 Meter di Samudera Hindia Barat Nias Pada Jumat 6 Mei 2022

Hal itu sebutnya menyebabkan peningkatan gelombang air laut melanda pesisir pantai Selat Malaka termasuk yang terjadi di kawasan Pantai Cermin dan sekitarnya. 

Budi menyebutkan, tinggi gelombang bisa mencapai 1  hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di perairan Sumatera Utara bagian timur dan tengah. 

"Adanya daerah tekanan rendah di Samudera Hindia bagian barat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut Selat Malaka bagian tengah. Tinggi gelombang 1, 25 hingga 2, 5 meter dan berpotensi terjadi di perairan sumatera utara bagian timur dan tengah Selat Malaka," ujar dia.

Baca juga: PERINGATAN BMKG Hari Ini: Hujan Deras dan Angin Kencang, Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Laut

Budi menambahkan fenomena gelombang tinggi telah terjadi sejak 12 Juli 2022 kemarin. BMKG memprediksi gelombang tinggi akan berakhir pada Jumat 15 Juli besok. 

"Sudah sejak hari Selasa kemarin terjadi peningkatan ombak dan diperkirakan berakhir pada Jumat besok," tuturnya. 

"Kita minta agar masyarakat yang berada di dekat pantai dan sedang melaut agar tetap waspada karena fenomena alam ini," tutupnya.(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved