Breaking News:

Mafia Tanah

Kawasan Hutan Lindung Jadi Lahan Pribadi di Sergai, Kepala Desa: Dulu Itu Tambak Udang

Kejati Sumut tengah mengusut kasus perambahan hutan lindung yang terdapat di Dusun XI, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sergai

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Lokasi kawasan hutan lindung di Dusun XI, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai terlihat ditanami pohon pisang, kelapa dan buah naga. /Anugrah Nasution. 

"Namun ada revisi lagi SK 579 ada pengurangan lagi dari wilayah hutan lindung. Ada tiga kali perubahan SK itu dari kehutanan," sebutnya.

Meski begitu sebut dia, sampai saat ini Dinas Kehutanan belum dapat menetapkan tapal batas kawasan hutan dan areal pemukiman warga.

"Dari dinas Kehutanan sendiri pun sampa sekarang belum bisa menunjukkan tapak batas kawasan," tuturnya.

Berdasarkan penelusuran Tribun, lahan yang masuk ke dalam kawasan hutan lindung, tampak ditanami pohon pohon seperti, pisang, buah naga, dan kelapa.

Lahan itu diketahui milik seorang bernama Edi Subarja alias Acong yang juga pemilik perusahaan PT. Pandan Indah Rahayu.

Luas lahan milik Acong diperkirakan sepanjang 43,8 hektare dimana sebagian kawasan itu masuk ke dalam areal hutan lindung.

Lahan yang diklaim milik Acong itu berbatasan dengan aliran sungai dibagian kanan nya. Lahan itu terlihat ditutupi seng pada bagian kanan dan kirinya.

Terlihat ketika siang hari, ada beberapa orang berjaga di depan pintu masuk lahan milik Acong yang tertutup seng bertulis dilarang masuk.

Selain Dusun Kota Pari, beberapa kawasan di Kecamatan Pantai Cermin juga terdapat areal yang di klaim merupakan kawasan hutan.

Dari beberapa lokasi tersebut kini telah berubah menjadi tempat komersil seperti tambak udang atau ekowisata.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) telah menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam alih fungsi kawasan hutan lindung di Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.

"Lokasinya terletak di Kecamatan Pantai Cermin tepatnya di Desa Kota Pari Informasi dari Tim, disebutkan sebahagian ada sawah," ujar Kasi Penkum Kejatisu, Yos A Tarigan, Selasa (12/7/2022).

Yos mengatakan, ada dugaan tindak pidana dalam perkara tersebut yang merugikan negara. Kata dia, saat ini Kejatisu masih melakukan investigasi lapangan untuk menghitung kerugian dan areal kawasan hutan yang telah berubah fungsi.

"Dugaan peristiwa pidana ada, salah satunya alih fungsi kawasan. Sejalan proses penyidikan kita akan lihat. Tim Pidsus tengah bekerja menggali segala data fakta," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved