Doa untuk Brigadir J

Horas Bangso Batak Akhirnya Gelar Doa Bersama Meski Sempat Didatangi Polisi

Horas Bangso Batak akhirnya menggelar doa bersama secara singkat setelah didatangi polisi

Editor: Array A Argus
HO
Puluhan orang menggelar aksi bakar 1000 lilin, sebagai bentuk rasa prihatin terhadap kematian Brigadir J. (Ho) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Horas Bangso Batak akhirnya menggelar doa bersama dan pemasangan 1.000 lilin secara singkat di depan Taman Makam Pahlawan, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota.

Namun, puluhan massa Horas Bangso Batak diduga sempat diintervensi pihak kepolisian.

Saat tiba di depan makam pahlawan, beberapa personel kepolisian langsung menjumpai peserta aksi dan melakukan mediasi.

Pihak kepolisian yang diketahui dari Polsek Medan Kota, datang ke lokasi mengimbau agar massa aksi agar membatalkan kegiatan.

Sebab, polisi menuding para peserta aksi belum memberikan surat pemberitahuan aksi. 

Seorang anggota kepolisian yang tidak memakai baju dinas, sempat menegur peserta aksi.

"Buat surat dulu, baru nanti dibuat aksinya," katanya.

Menurut Ketua DPC HBB Kota Medan, Tomson Marisi Parapat mengatakan, aksinya ini dilakukan sebagai bentuk rasa prihatin mereka terhadap Brigadir J.

"Ini adalah aksi berdoa, bukan bikin onar. Ini hanya turut prihatin kita sesama orang Batak, kita tidak terima," kata Tomson kepada sejumlah wartawan, Minggu (17/7/2022).

Ia mengungkapkan, diselenggarakan aksi bakar 1000 lilin ini sebagai simbol, agar kasus tewasnya Brigadir J dapat terang benderang.

"Ini sebagai simbol. Jadi pak Polisi dapat merespon ini secara positif. Di sini kami hanya untuk memanjatkan doa kepada Tuhan, agar kasus ini dapat diselesaikan secara terang benderang dan almarhum dapat diterima di sisinya," sebutnya.

Dikatakannya, kasus kematian Brigadir J masih menjadi misteri hingga saat ini. Sebab, menurut keterangan keluarga banyak ditemukan bekas lebam yang diduga dianiaya ditubuh mendiang.

"Terkait rekayasa, ada baku tembak. Tapi ini secara sadis mereka duluan menghajar baru kemudian itu ditembak. Karena banyak kita lihat pukulan yang membuat mulutnya sobek, hidungnya juga, serta banyak di tubuhnya memar bekas pukulan dan tangannya itu tersayat," ujarnya.

Amatan tribun-medan di lokasi, meski sempat dihadang, namun puluhan massa ini tetap menggelar aksi membakar 1000 lilin.

Sementara itu, terkait adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait aksi tersebut.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadan masih enggan memberikan komentar padahal awak media telah berupaya menghubungi melalui pesan WhatsApp dan sambung telepon.(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved