Breaking News:

Jokowi dan DPR Jadi Sorotan Gara-gara Lili Pintauli, Ternyata 11 Orang Nonton MotoGP Mandalika

Hingga kini belum ada aparat yang mengusut dugaan penerimaan gratifikasi Lili Pintauli Siregar.

Editor: Salomo Tarigan
kompas
Lili Pintauli Siregar 

TRIBUN-MEDAN.com - Hingga kini belum ada aparat yang mengusut dugaan penerimaan gratifikasi Lili Pintauli Siregar.

Mantan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar diduga menerima fasilitas menonton MotoGP Mandalika.

Seperti diberitakan, putusan sidang etik KPK batal dibacakan menyusul pengunduran Lili dari KPK.

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) mengungkap fakta terkait persidangan dugaan penerimaan fasilitas menonton MotoGP Mandalika eks Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

Baca juga: Update Alasan Kapolri Copot Jabatan Irjen Ferdy Sambo, Jenazah Brigadir J Diautopsi Ulang?

Anggota Dewas KPK Harjono mengatakan Lili mengajak sejumlah orang dekat untuk pergi bersamanya ke Nusa Tenggara Barat (NTB), provinsi diadakannya gelaran MotoGP Mandalika pada Maret 2022.

"Kalau enggak salah 11 orang," kata Harjono saat dimintai konfirmasi, Senin (18/7/2022).

Berdasarkan sumber Tribunnews.com, 11 orang tersebut yaitu Lili, suaminya, kedua anaknya, satu orang teman anaknya, dua ajudan, tiga pengawal, dan satu orang pegawai kejaksaan.

Baca juga: Inilah Sosok Polwan Cantik AKP Rita Yuliana Mendadak Viral, Ternyata Pernah Ungkap Kasus Striptis

Namun, Dewas KPK tak bisa mengusut hal tersebut lantaran Lili mengundurkan diri, yang berimbas pada gugurnya persidangan.

"Tapi kan akhirnya pemeriksaan sidang tidak dilanjutkan," ujar Harjono.

Harjono juga mengatakan, terdapat tiga pasal yang dituduhkan kepada Lili.

Namun, lagi-lagi kebenaran dari tuduhan tersebut tidak terungkap karena sidang etik yang sedianya bakal digelar Dewas KPK gugur lantaran Lili mengundurkan diri.

Sementara itu, hingga saat ini KPK belum mengetahui langkah yang akan diambil guna menindaklanjuti dugaan keterlibatan Lili dan ajudannya dalam gratifikasi ini.

Lili disebut-sebut aktif meminta akomodasi tiket ke PT Pertamina (Persero) melalui ajudannya.

"Itu semua harusnya terungkap dalam persidangan benar tidaknya," tutur Harjono.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved