Breaking News:

Budaya

KEINDAHAN Ulos Batak Karya Desainer Torang Sitorus Dipamerkan di Bali

Rangkaian kerjasama ini nantinya dilanjutkan dengan Exhibition dan Fashion Show dalam acara Magnificent Toba for The World a Masterpiece by Torang

TRIBUN MEDAN/HO
Designer Indonesia Torang Sitorus saat memperlihatkan karya ulos Batak yang akan dipamerkan di Bali, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keindahan ulos batak akan dipamerkan di Bali melalui The Apurva Kempinski Bali yang mengampanyekan Unity in Diversity atau Bhinneka Tunggal Ika dengan merayakan kekayaan keragaman budaya, warisan, dan filosofi tujuh wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Mauku dan Papua.

Kampanye ini diawali dengan Pulau Sumatera yang merupakan pulau terbesar kedua dari Kepulauan Sunda Besar di Indonesia dan pulau terbesar keenam di dunia serta dikenal dengan nama lain Pulau Percha, Andalas, atau Suwanadwipa.

Baca juga: Penjelasan Jenderal Polri Terkait Hasil Autopsi Brigadir J, Dijelaskan Oleh Kedokteran Forensik

Pada zaman kuno dikenal sebagai The Island of Gold, Sumatera adalah titik awal kedatangan perdagangan, agama, dan gagasan di Asia Tenggara.

Director of Marketing and communication The Apurva Kempinski Bali, Danti Yuliandari mengatakan pihaknya melihat dari keberagaman dari Sumatera, The Apurva Kempinski Bali melanjutkan campaign program Unity in Diversity di tahun 2022 dengan mengangkat tema ‘Sumatra: TheIsland of Gold’.

Baca juga: Dapat Pembebasan Bersyarat, Habib Rizieq Shihab Masih Harus Wajib Lapor

Setelah sebelumnya mengangkat keindahan dari Nusa Tenggara, The Apurva Kempinski Bali kali ini mengangkat tema dari Sumatera.

"Dimana kegiatan ini bertujuan mendukung pemerintah dengan mendukung Danau Toba sebagai super destination dari lima super pariwisata di Indonesia. Memang kami akan lebih keras untuk mempromosikan ini sehingga kami memaerkan ulos batak dengan berkolaborasi dengan desainer ternama Indonesia seperti Torang Sitorus," ujarnya, Rabu (20/7/2022).

Pengalaman ini, sambung Danti akan dirasakan setiap tamu mulai dari penerima tamu dari The Apurva Kempinski Bali menyambut para tamu dengan salah satu pakaian tradisional Sumatera yaitu Baju Kurung.

Secara tradisional, Baju Kurung merupakan pakaian yang digunakan oleh masyarakat Batak Toba di Sumatera Utara.

Selain itu, di sekitar lobi hotel yang megah, berbagai artefak Sumatera juga telah disiapkan oleh perancang busana asal Sumatera, Torang Sitorus untuk lebih meningkatkan unsur tradisional Sumatera di The Apurva Kempinski Bali.

Torang Sitorus dikenal dengan karya-karyanya yang menggunakan kain ulos tradisional Sumatera. Torang Sitorustelah memberikan pengetahuannya yang luas tentang kain tradisional Sumatra selama bulan Februari dan Maret la

Selama periode tersebut juga terdapat pameran karya kain tradisional dan Brand Ambassador dari

The Apurva Kempinski Bali, Lady in Red mengenakan ulos karya dari Torang selama di resor.

Rangkaian kerjasama ini nantinya akan dilanjutkan dengan Exhibition dan Fashion Show dalam acara Magnificent Toba for The World a Masterpiece by Torang Sitorus.

Desainer Ternama Indonesia, Torang Sitorus menuturkan kain ulos sendiri bisa dipakai di berbagai moment bahkan kini telah mengikuti perkembangan fashion di seluruh dunia.

Sehingga dengan kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan semangat-semangat di para penenun ulos di daerah untuk semangat lagi berkarir untuk menjadi jalan Toba menembus pasar dunia.

"Kolaborasi ini tentunya sangat terbuka dengan pasar global. Masyarakat indonesia bisa mengkoleksi tentun atau batik dari daerah lain kita bisa menjaga keberagaman ini. Yang menarik dalam kolaborasi ini adalah kita tidak merayakan ulos itu di tanah batak karena semua orang memiliki. ulos tentunya. Tetapi kita merayakan ulos ini di Bali," ujarnya.

"Dimana wisatawan seluruh dunia bisa melihat Bali dan suksesnya Bali sudah tidak diragukan maka, mereka bisa melihat ini (ulos) dan prosesnya dan adat yang masih berjalan di tanah batak. Bahwa banyak ibu-ibu menenun disana. Sehingga orang-orang harus tahu kenapa ulos mahal dan limited (terbatas) sebab pembuatanya sangat kompleks sehingga harganya juga tidak bisa dibandingkan dengan kain-kain lainnya," pungkasnya. (cr9/Tribun-Medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved